Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruitz & Pav.) iaisragen, iaisragen; Annisa, Firstiyani; Estikomah, Solikah Ana; Widyaratna, Indriyanti; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.31

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengenai formulasi bedak tabur ekstrak daun sirih merah yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi sediaan bedak tabur ekstrak daun sirih merah. Metode: Penelitian bersifat penelitian eksperimental. Pembuatan bedak tabur ekstrak daun sirih merah dibuat dengan 3 kali pengulangan. Kemuadian masing-masing pengulangan diuji serta diamati stabilitas fisik dan organoleptisnya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak tabur yaitu ekstrak daun sirih merah, magnesium oksida, zink oksida, metil paraben, talkum dan essesntial oil lavender. Pada setiap formula terdapat perbedaan konsentrasi yaitu perbedaan pada konsentrasi magnesium oksida yaitu 1%, 2%, dan 3%. Hasil: Data yang diperoleh dibandingkan dengan pustaka dan literature lalu dianalisis dengan uji one way ANOVA untuk data yang terdistribusi normal dan Kruskall Wallis untuk data yang tidak terdistribusi normal. Dari keempat formula mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula memiliki perbedaan yang signifikan pada pH 0,00 (<0,05), dan perbedaan yang tidak signifikan pada sifat alir 0,885 (>0,005), sudut diam 0,438 (>0,05), kadar air (>0,05) dan daya lekat 0,363 (>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan karakteristik bedak tabur dengan perbandingan Magnesium Oksida 1%, 2%, dan 3% yang telah melalui uji fisik dan uji organoleptis mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula, formula 1 (F1) merupakan formula yang baik karakteristiknya dari segi daya lekat, pH, sifat alir, dan kadar air.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASAR BADAK SATU KECAMATAN MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR Sawitri, Satwika Budi; Fitrian, Ahyana; Widyaratna, Indriyanti; Dzatul, Lisa
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.102

Abstract

Kebutuhan krim pemutih di masyarakat semakin meningkat membuat sebagian produsen menggunakan bahan berbahaya hidrokuinon dalam pembuatan krim pemutih dikarenakan harga yang murah dan efek memutihkan yang cepat. Efek samping yang ditimbulkan setelah menggunakan bahan hidrokuinon adalah iritasi, hiperpigmentasi kulit, kelainan ginjal, kanker dan kematian. Penelitian dilakukan dengan menganalisis krim pemutih yang beredar di pasar Badak Satu untuk mengetahui ada tidaknya hidrokuinon dan berapa kadar hidrokuinon yang terdapat dalam sampel. Sampel penelitian ini berjumlah 8 sampel yang terdiri dari 5 sampel yang tidak teregistrasi BPOM dengan kode A, B, C, D, E dan 3 sampel teregistrasi BPOM dengan kode F, G, H. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji organoleptik, uji warna dengan FeCl3, metode kromatografi lapis tipis dan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptik menunjukkan sampel kode A, B, C, D dan E memiliki aroma yang menyengat. Uji warna dengan FeCl3 menunjukkan hasil positif pada sampel kode B, C, D dan E dengan penampakan warna ungu kehitaman. Uji kromatografi lapis tipis dengan sampel positif nilai Rf berkisar antara 0,812-0,962. Uji spektrofotometri Uv-Vis menunjukkan kadar hidrokuinon tertinggi pada sampel B dengan persentase 4,880%.  
Edukasi Jamu sebagai Obat Tradisional Indonesia pada Remaja di Pondok Modern Widyaratna, Indriyanti; Suciati, Anugerah; Fajri, Mathla’il; Nurani, Asyfi
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i4.94

Abstract

Jamu merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang telah digunakan secara turun temurun dan diakui secara Internasional sebagai warisan budaya non produk oleh UNESCO. Namun saat ini, masih banyak remaja di pondok Modern yang tidak mengetahui informasi akurat seputar jamu dan manfaatnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan sebuah studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan informasi seputar obat tradisional pada remaja di pondok modern. Data diperoleh dari 82 responden remaja dengan rentang usia 18–23 tahun dengan hasil yang menunjukkan bahwa sebanyak 64,6% remaja mengetahui bahwa jamu sudah diakui secara Internasional sebagai obat tradisional. Kendati demikian, sebanyak 47,6% remaja menganggap bahwa jamu hanya dapat digunakan sebagai pemeliharaan kesehatan saja. Hal ini dapat berkaitan dengan pendapat dari 91,5% responden yang berasumsi bahwa jamu hanya terdiri dari 1 bahan ramuan saja. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa tingkat pengetahuan remaja di pondok modern sudah baik (81,7%), namun perlu peningkatan informasi seputar jamu sebagai obat tradisional dan khasiatnya sebagai bahan pengobatan komplementer
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI MINYAK ALPUKAT DAN EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Suciati, Anugerah; Marfu'ah, Nurul; Sawitri, Satwika Budi; Widyaratna, Indriyanti; Mahmudah, Amalia Nurul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20971

Abstract

Lip balm is one of the cosmetic products applied to the lips to maintain healthy lips so that they remain moist and add aesthetic value. Avocado oil contains palmitic acid, linoleic acid, and sterolin which can be used as a moisturizer in lip balm preparations. Avocado oil can be combined with beetroot extract which has betacyanin compounds to reduce black color on the lips so that the lips become brighter. This study aims to make a lip balm combination of avocado oil and red beetroot extract and conduct a physical evaluation test of the preparation. The research method used is experimental. The results of the study showed that the results of the organoleptic test of the lip balm preparation combination of avocado oil and red beetroot extract showed a red to dark red color, a distinctive sweet smell and a soft texture. The pH test is 4.5-8.0, the spreadability test is 5-7cm, the power test is >4 seconds, the melting point test is 50-51℃, all formulations are homogeneous and do not cause irritation. The formulation of a lip balm preparation combining avocado oil and red beetroot extract that produces a preparation with the best characteristics is F1 with a concentration of 15% avocado oil and 10% red beetroot extract with stable pH values, adhesive power, and spreadability after stability testing.
Formulasi dan Efektivitas Nanospray Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Terinfeksi Staphylococcus aureus: Sebuah Studi Eksperimental Diwana, Nida Khofiya Puspa; Marfu’ah, Nurul; Widyaratna, Indriyanti; Putri, Kayla Radina Dwi; Anjani, Hanifa Dyanti; Sari, Nandita Aprilia
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Luka pada pasien diabetes mellitus memiliki kerentanan tinggi terhadap infeksi bakteri Staphylococcus aureus, yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko amputasi dan kematian. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, yang potensinya dapat dioptimalkan melalui sistem penghantaran obat nanospray untuk meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam jaringan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik formulasi nanospray ekstrak daun kersen dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes yang terinfeksi bakteri pada hewan coba. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% (1:5) untuk ekstraksi daun kersen. Sediaan nanospray dibuat dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak: F1 (25 mg), F2 (50 mg), dan F3 (100 mg). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Uji efektivitas penyembuhan luka dilakukan secara in vivo pada tikus yang diinduksi aloksan dan dipaparkan S. aureus. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil: Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula homogen dengan rentang pH 4,7–6,2. Pengukuran ukuran partikel menunjukkan F1 dan F2 memenuhi kriteria nanometer (38,73–47,93 nm), sedangkan F3 berada di atas ukuran nano (>100 nm). Terdapat perbedaan signifikan konsentrasi ekstrak terhadap pH sediaan (p<0,05). Hasil uji in vivo membuktikan bahwa formula F2 memberikan efek penyembuhan luka diabetes yang paling signifikan (p<0,05) dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Simpulan: Sediaan nanospray ekstrak daun kersen memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan topikal. Formula F2 (50 mg) ditetapkan sebagai formula terbaik karena memiliki karakteristik ukuran partikel nano yang optimal serta efektivitas penyembuhan luka diabetes yang paling tinggi. Kata kunci: nanospray; daun kersen (Muntingia calabura L.); luka diabetes; Staphylococcus aureus; penyembuhan luka.