Sampah anorganik adalah salah satu jenis sampah yang tidak bisa terurai oleh tanah membutuhkan waktu yang lama hingga ratusan tahun untuk dapat terurai. Sifat sampah anorganik yang susah terurailah menyebabkan berbagai masalah dan produksi sampah setiap tahunnya terus bertambah. Perlunya pengelolaan sampah rumah tangga memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, sampah anorganik berupa botol, kaleng dll sebagai media tanam. Kompos untuk pupuk tanaman yang ditanam di pekarangan atau dalam pot. Kegiatan bersama mahasiswa dengan memberikan penyuluhan menjelaskan tentang pemilahan, pengelolaan sampah organic, anorganik rumah tangga, penanaman dengan menggunakan barang bekas. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu upaya gerakan peduli lingkungan pemerintah setempat, pendidikan pada usia dini sampai perguruan tinggi. Perlunya kampanye berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif limbah anorganik. Pemanfaatan media tanam dalam menyediakan sumber pangan lokal menggunakan tempat atau wadah seperti botol plastik, kaleng bekas sebagai media tanam. Kegiatan pengumpulan sampah anorganik dengan melibatkan generasi muda sebagai salah satu sarana Pendidikan tentang pengelolaan sampah, pemantauan berkala cara melakukan pemilahan sampah anorganik agar dapat digunakan sebagai media tanam. Membuat desain pengolahan daur ulang sampah anorganik yang sesuai dengan jenis tanaman. Kesimpulan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai gerakan peduli lingkungan berkelanjutan, peran pemerintah setempat, pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Pengelolaan sampah dilakukan dengan memberikan edukasi terhadap remaja untuk memulai perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri. Berbagai macam tanaman cabai, tomat, daun bawang ditanam dalam wadah bekas, pemupukan menggunakan kompos yang sudah dibuat oleh salah satu warga.
Copyrights © 2023