Tujuan penelitian ini adalah mengukur kadar etanol dan mengetahui kesesuaian hasil metode analisis nonstandar yang dikembangkan. Penentuan kadar etanol dilakukan di Balai Laboratorium Kimia Terapan dan Barang Bea Cukai Kelas 1 Jakarta menggunakan kromatografi gas dengan parameter linearitas, presisi, akurasi, limit deteksi (LOD) dan limit kandungan etanol. Kuantifikasi (LOQ) dan perkiraan ketidakpastian pengukuran. Kandungan etanol diukur menggunakan kromatografi gas di Lembaga Penelitian Kimia Terapan dan ditemukan sebesar 0,0888%. 0,0909%; 0,0762%; 0,0672%; 0,0707, rata-rata 0,0787%, nilai kadar etanol yang diperoleh Balai Bea dan Cukai sebesar 0,0881%. 0,0851%; 0,0901%; 0,0893%; dan 0,0882 – rata-ratanya adalah 0,0882%. Sedangkan kandungan etanol pada kemasan sampel sebesar 19%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penentuan nilai kadar etanol menggunakan kromatografi gas kurang baik. Estimasi ketidakpastian pengukuran kadar etanol menggunakan kromatografi gas di Lembaga Kimia Terapan adalah 0,0787 ± 0,0007, dan estimasi ketidakpastian di Lembaga Bea dan Cukai adalah 0,0882 ± 0,0007.
Copyrights © 2024