Kafein merupakan suatu senyawa alkaloid yang banyak ditemukan dalam kopi, teh, dan coklat. Kandungan kafein kopi membantu merelaksasi otot polos, terutama otot polos bronkus, dan meningkatkan denyut jantung dan susunan saraf. Kafein memiliki efek farmakologis yang membuat ketergantungan pada tubuh manusia dengan dosis rendah kurang dari 400 mg, seperti meningkatkan kebahagiaan, ketenangan, dan ketenangan pikiran. Penelitian ini menggunakan metode studi review artikel dari jurnal nasional selama sepuluh tahun terakhir, yang dapat diakses melalui database Google Scholar, Science direct, dan Pubmed, dengan bahan acuan lima tiga puluh lima artikel ilmiah atau jurnal yang dipublikasikan dari tahun 2013 hingga 2023. Pencarian sumber data ini menggunakan kata kunci "Analisis kandungan kafein padab kopiā Hasil penelitian kandungan kafein pada biji kopi menggunakan spektrofotometri UV-Vis memiliki kadar kafein yang aman dikonsumsi. Kafein pada berbagai jenis kopi di Indonesia memiliki kadar yang berbeda-beda, hal ini dapat disebabkan karena kopi tidak murni, tempat tumbuh kopi atau letak geografis. Semakin tinggi letak geografis penanaman kopi maka semakin rendah kadar kafein. Waktu penyangraian dan cara penyeduhan berpengaruh pada kadar kafein, karena jumlah kafein dapat hilang akibat kerusakan pada suhu tinggi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan kandungan kafein pada berbegai jenis kopi di Indonesia agar masyarakat mengetahui kadar kafein yang aman dikonsumsi, sehingga konsumsi kopi tidak berlebihan yang nantinya dapat mengganggu kesehatan.
Copyrights © 2024