Burnout, sebuah fenomena yang terus menjadi fokus perhatian hingga saat ini, menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat dengan beragam kondisi penyebabnya. Studi ini, dengan mengadopsi metode systematic literature review dan mengkaji 23 artikel dari jurnal Scopus kategori Q1-Q3, secara rinci mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi Burnout berdasarkan bidang pekerjaan.. Hasil yang diperoleh yaitu faktor yang paling mempengaruhi pada bidang medis adalah kelebihan beban kerja, ketidakmampuan untuk work-life balance, kurangnya otonomi, kurangnya penghargaan dari pasien dan staf medis lainnya, dan kurangnya tidur. Sementara itu, di bidang pendidikan, terutama di lingkungan sekolah, kurangnya dukungan sosial diidentifikasi sebagai faktor dominan yang menyebabkan Burnout. Disisi lain berdasarkan jenis kelamin, yang paling banyak mengalami Burnout adalah perempuan dibandingkan laki-laki. Dalam perspektif paradigma organik-medis mengarahkan para peneliti untuk mempelajari sifat biologis-fisik manusia yang berkaitan dengan perilaku menyimpang, karena struktur dan susunan organisme itulah yang menyebabkan munculnya perilaku, dengan demikian dibutuhkan pendekatan konseling yang tepat dalam menangani Burnout.
Copyrights © 2024