Stunting merupakan permasalahan yang semakin banyak ditemukan dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Jawa Timur merupakan wilayah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi yaitu 30,2%. Kabupaten Jember menempati urutan pertama kasus stunting tertinggi di Jawa Timur sebesar 34,9%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh pengusul di posyandu Desa Kemuning Lor didapatkan kasus stunting sebanyak 135 balita. Dibalik permasalahan di Desa Kemuning Lor Arjasa terdapat potensi positif yaitu penghasil susu sapi perah. Mayoritas pekerjaan penduduk disana adalah sebagai peternak sapi perah dan petani. Dalam satu gelas (250 ml) susu murni terkandung setidaknya sekitar 150 kalori, 8 gram protein, 9 gram lemak, 300 mg kalsium, 300 IU vitamin A, dan 98 IU vitamin D yang sangat baik untuk tumbuh kembang balita terutama balita dengan gizi buruk atau kurang di Desa Kemuning Lor. Kandungan gizi pada susu sangat baik untuk mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Kemuning Lor. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah peningkatan kejadian stunting dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan/pengolahan susu kurma kepada sasaran ibu rumah tangga sejumlah 30 orang. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengusul, antara lain: 1) sosialisasi tentang stunting dan upaya mengatasinya dalam keluarga; 2) pelatihan pembuatan/pengolahan susu kurma; 3) Pelatihan pembuatan packaging, PIRT/BPOM; 4) evaluasi dan monitoring. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan pembuatan susu kurma di rumah sebagai makanan tambahan atau dapat menjadi produk UMKM. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya fokus pada pencegahan stunting, tetapi juga peningkatan daya jual susu sapi Rembangan melalui inovasi dan digital marketing. Kata Kunci: Stunting, Pelatihan, Susu Kurma
Copyrights © 2024