Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Informasi Pelayanan Rawat Jalan Berbasis Web Menggunakan Teknologi Fingerprint Pengganti KIB Mochammad Choirur Roziqin; Chusnaini Nur Aprilyanti; Sustin Farlinda; Bachtiar Hadi Prakoso
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jointecs.v6i3.2250

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat adalah tempat fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya yang dituntut memberikan pelayanan yang  terbaik. Pada zaman dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat dan cepat tanpa terkecuali pada bidang pelayanan kesehatan. Tetapi dalam bidang kesehatan seringkali mempunyai kendala dan masalah yang harus diatasi dengan baik. Pada Puskesmas terdapat pelayanan rawat jalan, rawat inap dan IGD. Kendala yang dihadapi yaitu pada proses pelayanan rawat jalan, pemeriksaan di poli, apotek sampai pelaporan masih dilakukan secara manual serta pasien sering kali lupa dalam membawa kartu indeks berobat (KIB). Maka diperlukan sebuah sistem informasi pelayanan rawat jalan dengan teknologi fingerprint agar lebih meningkatkan efisien dalam waktu, mengurangi resiko petugas dalam kesalahan penulisan laporan, dan membantu petugas dalam mengidentifikasi pasien lama saat tidak membawa kartu indeks berobat (KIB). Penelitian ini menggunakan metode waterfall Dalam proses perancangan sistem ini menggunakan Flowchart system, Contex Diagram, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram serta dalam mengimplementasikan program menggunakan microsoft visual studio code versi 1.46. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi pelayanan rawat jalan berbasis web menggunakan teknologi fingerprint sebagai pengganti KIB. Keunggulan dari sistem informasi yang dibuat oleh peneliti telah menggunakan teknologi fingerprint dalam mengidentifikasi pasien serta login petugas sehingga menghindari lupa username dan password dengan tingkat akurasi sebesar 75%.
Sistem Infomasi Geografis Pemetaan Penyebaran Penyakit ISPA, Hipertensi, dan Asma Berbasis Web Di Kabupaten Bondowoso Nanja Auliya Syafina; Safira Nur Fauziyah; Dina Ayu Mashita; Niyalatul Muna; Mochammad Choirur Roziqin
Pustaka Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Volume 8 No. 1, 2020
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v8i1.11331

Abstract

Unfavorable environmental conditions, economic factors and public health behavior are still bad, causing the number of cases of morbidity caused by tropical diseases is still high. Health agency programs in preventing and eradicating disease will be very effective when receiving support from an information system to review the spread of disease. Referring from 2015 East Java Health Profile, the highest AKI in 2015 was in Bondowoso with 188 per 100,000 live births or as many as 19 people. The types of diseases with the highest number of patients were acute upper respiratory tract infections reaching 31,457 patients. The Geographical Information System for Mapping the Spread of ISPA, Asthma and Hypertension in Bondowoso Regency was prepared using the Google Fusion Table (GFT). This system can be accessed quickly, easily, requires an internet network and can provide information on mapping the spread of ISPA, asthma and hypertension in the Bondowoso area. The map on the system is able to display information including sub-district names, number of cases, number of cases ISPA, Asthma, and Hypertension specifically year 2012 and 2013. This system uses polygon features to mark sub-districts with different colors according to the number of cases. The system also provides a menu to change data for admins who have access rights. Keywords— Asthma, GFT, Hypertension, ISPA, Mapping.
Pencegahan Stunting Melalui Pelatihan Pembuatan Susu Kurma Sebagai Produk Unggulan di Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember Dony Setiawan Hendyca Putra; Mochammad Choirur Roziqin; Rindiani; Heri Warsito; Sabran
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v3i1.39

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang semakin banyak ditemukan dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Jawa Timur merupakan wilayah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi yaitu 30,2%. Kabupaten Jember menempati urutan pertama kasus stunting tertinggi di Jawa Timur sebesar 34,9%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh pengusul di posyandu Desa Kemuning Lor didapatkan kasus stunting sebanyak 135 balita. Dibalik permasalahan di Desa Kemuning Lor Arjasa terdapat potensi positif yaitu penghasil susu sapi perah. Mayoritas pekerjaan penduduk disana adalah sebagai peternak sapi perah dan petani. Dalam satu gelas (250 ml) susu murni terkandung setidaknya sekitar 150 kalori, 8 gram protein, 9 gram lemak, 300 mg kalsium, 300 IU vitamin A, dan 98 IU vitamin D yang sangat baik untuk tumbuh kembang balita terutama balita dengan gizi buruk atau kurang di Desa Kemuning Lor. Kandungan gizi pada susu sangat baik untuk mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Kemuning Lor. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah peningkatan kejadian stunting dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan/pengolahan susu kurma kepada sasaran ibu rumah tangga sejumlah 30 orang. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengusul, antara lain: 1) sosialisasi tentang stunting dan upaya mengatasinya dalam keluarga; 2) pelatihan pembuatan/pengolahan susu kurma; 3) Pelatihan pembuatan packaging, PIRT/BPOM; 4) evaluasi dan monitoring. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan pembuatan susu kurma di rumah sebagai makanan tambahan atau dapat menjadi produk UMKM. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya fokus pada pencegahan stunting, tetapi juga peningkatan daya jual susu sapi Rembangan melalui inovasi dan digital marketing. Kata Kunci: Stunting, Pelatihan, Susu Kurma
Pemberdayaan TEFA Inovasi Kesehatan (V-Kes) melalui Pelatihan Rekam Medis Elektronik bagi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Jember Putra, Dony Setiawan Hendyca; Mochammad Choirur Roziqin; Sabran; Tegar Wahyu Yudha Pratama; Ihwan Huda Al Mujib; Assyifa Itsnainia Mustika; Muhammad Ifantara Putra; Anggi Maulidya; Moh Lutfi Rizalul Hakim
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6731

Abstract

The uneven understanding and skills of health workers in the use of Electronic Medical Records (EMR) at the primary care level, especially in the Jember Regency, is a fundamental problem that hinders the acceleration of digital transformation in the health sector. This condition is further complicated by the mandatory implementation of EMR in accordance with Ministry of Health regulations, which also covers independent health worker practices, which are not yet fully understood and optimally responded to in the field. Additionally, access to practical and applicable EMR training remains limited, while the role of the Teaching Factory for Health Innovation (V-KES) as a digital health training center has not been fully utilized. The lack of post-training assistance has contributed to difficulties in implementing RME in daily practice, compounded by a low level of understanding of the urgency of transitioning from manual to digital systems, which affects the mental and technical readiness of health workers. Therefore, the solutions offered include 1) Conducting RME training based on hands-on practice, 2) Provision of modules or pocket books, dissemination of regulations in infographic or short video formats, 3) Utilization of the V-KES Teaching Factory as a simulation training center with Ministry of Health standard software, involvement of academic facilitators and health IT practitioners, as well as continuous online and offline assistance. This program will also be accompanied by strengthening the V-KES curriculum and promoting a digital mindset shift to support the full readiness of independent healthcare practitioners in implementing a nationally integrated RME system.