Penelitian ini menyoroti fenomena menarik tentang bagaimana lagu-lagu viral dengan lirik bertema seksual dapat mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa sekolah menengah atas. Dalam konteks ini, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat pedagogis inovatif yang dapat merangsang minat dan motivasi belajar siswa. Dengan melibatkan 50 siswa dari dua sekolah di Jakarta, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas untuk mengevaluasi pengaruh lirik lagu terhadap pembelajaran matematika. Penggunaan lirik lagu seperti "Ngidam Pentol," "Jagung Rebus," dan lagu-lagu pop populer lainnya dalam pembelajaran matematika ternyata dapat memberikan dampak positif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sebesar 25% dalam kemampuan penalaran matematika siswa. Teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk menganalisis data, yang mengungkapkan bahwa siswa tidak hanya lebih tertarik pada pelajaran, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep matematika yang kompleks. Peningkatan ini disinyalir karena musik bertema seksual yang viral dapat membuat pelajaran lebih relevan dan menarik bagi siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar. Lagu-lagu ini menjadi media yang efektif untuk menyajikan materi yang sulit dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan, dengan menunjukkan bahwa integrasi musik dan pembelajaran dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran yang sering dianggap sulit seperti matematika. Ini membuka jalan bagi pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual, yang dapat diadaptasi untuk berbagai subjek dan kelompok siswa.
Copyrights © 2024