Program merdeka belajar merupakan langkah tepat untuk mencapai pendidikan yang ideal sesuai kondisi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan merdeka belajar di sekolah penggerak di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Dokumentasi, angket, observasi, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa semua sekolah penggerak telah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Sekolah telah melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, melaksanakan Asesmen Sekolah, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dan melaksanakan pembelajaran sesuai kebijakan kurikulum merdeka, serta menggunakan Sistem yang baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB. Kendala yang dihadapi guru dan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar antara lain sistem di dapodik yang belum disesuaikan dengan kurikulum, jumlah jam mengajar guru, jumlah siswa dalam rombongan belajar, raport siswa, kompetensi guru, serta sarana dan prasarana sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Sekolah dan guru terus berupaya menjalankan kurikulum merdeka belajar secara maksimal sesuai kebijakan pemerintah.
Copyrights © 2024