Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika Gaudensia Hiba Soja Koban; Beatrix Purnama Sari; Osniman Paulina Maure
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2455

Abstract

Pembelajaran matematika pada masa pandemi COVID-19 menuntut kreativitas seorang guru dalam mengembangkan strategi maupun media pembelajaran yang tepat. Selain itu, itu diperlukan pemanfaatan sumber belajar digital dan sumber belajar lainnya guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Media Pembelajaran Matematika berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika. Produk media pembelajaran ini dikembangkan dengan mengacu pada prosedur pengembangan menurut Dick and Carry (1996) yang terdiri dari tahapan analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya dilakukan uji validasi produk oleh para ahli dan praktisi. Hasil validasi produk oleh ahli desain dan media pembelajaran mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 83,23%, validai prodok oleh ahli materi dan bahasa mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 88,67%, dan validasi produk oleh para praktisi mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 90,82%. Rata-rata nilai gabungan dari hasil validasi oleh para ahli dan praktisi sebesar 87,57%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran ini “sangat layak” untuk diujicobakan oleh siswa. Hasil ujicoba produk kepada siswa mendapat respon yang positif. Hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian yang diberikan siswa sebesar 89,58%. Dengan demikian produk media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan sebagai media penunjang dalam kegiatan pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun datar dan bangun ruang.
Analisis Miskonsepsi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Materi Pokok SPLDV ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Beatrix Purnama Sari
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 2 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v2i2.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter miskonsepsi siswa dan penyebabnya pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) yang ditinjau dari gaya belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, dengan pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode ob-servasi, angket, tes dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial lebih banyak memiliki karakter miskonsepsi dan kelemahan dalam memecahkan masalah SPLDV dibandingkan siswa yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Sedangkan yang memiliki karakter miskonsepsinya sedikit dibanding yang lain adalah pada siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Penyebab miskonsepsi yang sama pada ketiga gaya belajar yaitu berasal dari guru dan siswa itu sendiri. Guru menjadi penyebab miskonsepsi karena konsep SPLDV yang disampaikan tidak semua dipahami dan siswa juga kurang memberi perhatian kepada penjelasan guru dan jarang mengungkapkan kesulitan kepada guru karena takut. Untuk itu guru dapat menggunakan model dan metode pem-belajaran yang sesuai untuk penanaman konsep dan menyesuaikan dengan gaya belajar siswa sehingga dapat meminimalisasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD NUSA CENDANA INTERNATIONAL PLUS SCHOOL KUPANG Konradus Silvester Jenahut; Osniman Paulina Maure; Timoteus Ajito; Chamelya V. C. Sene; Beatrix Purnama Sari; Mansuetus Mola; Rince S. M. Benu; Rozita Y. Lodo
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v3i1.560

Abstract

A teacher needs to improve educational competence in order to improve the quality of education in Indonesia. One way to do this is through Classroom Action Research (PTK). Based on the results of observations and interviews at SD Nusa Cendana International Plus School (NCIPS) Kupang, it is known that there are many teachers who do not understand the practice of implementing PTK, its benefits in implementing the teaching and learning process, and how to implement PTK practically. Therefore, the San Pedro University Community Service Team (PKM) is interested in providing PTK training to NCIPS Kupang Elementary School teachers. The PKM was carried out on May 13-14, 2022 through 3 stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The results showed that the PTK training at SD NCIPS Kupang was able to have a positive impact on teachers, especially in understanding the implementation of PTK. In addition, the participants who participated in the activities were very enthusiastic and cooperative
PENINGKATAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI Chamelya Vivi Crystanty Sene; Antonia Tefa; Beatrix Purnama Sari; Nilson F. Ndolu
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.896

Abstract

The benefit of this activity is to encourage children to learn English from an early age. This activity was held at the Sonaf Maneka Orphanage as a partner of this activity. This activity is carried out through two methods: providing theory and providing direct teaching practice carried out by the PKM team. By using media such as songs, videos, pictures, and games. The material provided includes the alphabet, colors, body parts, numbers, and animals. Apart from that, to avoid boredom for recipients of the material, several games, such as word games, are also provided. This activity is considered to have a positive impact and foster children's interest in learning English, as shown by the children's enthusiastic responses. In addition, the children began repeating the English words they learned, such as the names of colors and numbers, on the last day of service. This is consistent with the idea that children have the ability to imitate what they see and hear. Therefore, we can conclude that this activity successfully achieved its aim of fostering children's interest in learning English
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika Gaudensia Hiba Soja Koban; Beatrix Purnama Sari; Osniman Paulina Maure
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2455

Abstract

Pembelajaran matematika pada masa pandemi COVID-19 menuntut kreativitas seorang guru dalam mengembangkan strategi maupun media pembelajaran yang tepat. Selain itu, itu diperlukan pemanfaatan sumber belajar digital dan sumber belajar lainnya guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Media Pembelajaran Matematika berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika. Produk media pembelajaran ini dikembangkan dengan mengacu pada prosedur pengembangan menurut Dick and Carry (1996) yang terdiri dari tahapan analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya dilakukan uji validasi produk oleh para ahli dan praktisi. Hasil validasi produk oleh ahli desain dan media pembelajaran mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 83,23%, validai prodok oleh ahli materi dan bahasa mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 88,67%, dan validasi produk oleh para praktisi mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 90,82%. Rata-rata nilai gabungan dari hasil validasi oleh para ahli dan praktisi sebesar 87,57%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran ini “sangat layak” untuk diujicobakan oleh siswa. Hasil ujicoba produk kepada siswa mendapat respon yang positif. Hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian yang diberikan siswa sebesar 89,58%. Dengan demikian produk media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan sebagai media penunjang dalam kegiatan pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun datar dan bangun ruang.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak Sekota Kupang: Kajian Sekolah Menengah Atas Sari, Beatrix Purnama; Liunokas, Oded
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.893

Abstract

Program merdeka belajar merupakan langkah tepat untuk mencapai pendidikan yang ideal sesuai kondisi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan merdeka belajar di sekolah penggerak di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Dokumentasi, angket, observasi, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data.  Hasil kajian menunjukkan bahwa semua sekolah penggerak telah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Sekolah telah melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, melaksanakan Asesmen Sekolah, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dan melaksanakan pembelajaran sesuai kebijakan kurikulum merdeka, serta menggunakan Sistem yang baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB. Kendala yang dihadapi guru dan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar antara lain sistem di dapodik yang belum disesuaikan dengan kurikulum, jumlah jam mengajar guru, jumlah siswa dalam rombongan belajar, raport siswa, kompetensi guru, serta sarana dan prasarana sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Sekolah dan guru terus berupaya menjalankan kurikulum merdeka belajar secara maksimal sesuai kebijakan pemerintah.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi di UPTD SDN Oetona Andrian Runtius Lalang; Sumardi W. Ndolu; Beatrix Purnama Sari
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.303

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, tingkat kemampuan numerasi siswa Sekolah Dasar (SD) cenderung masih rendah. Untuk itu diperlukan upaya penguatan numerasi yang dapat diwujudkan melalui kerjasama antar semua elemen pembelajaran salah satunya guru. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru tentang metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa SD di UPTD SDN Oetona. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini diterapkan  metode direct interactive sehingga para pendidik sebagai peserta kegiatan terlibat aktif dalam diskusi dan memberikan reaksi terhadap pengetahuan, gagasan, pengalaman, serta mencoba untuk memecahkan masalah. Temuan dalam kegiatan ini berupa kesulitan-kesulitan guru diantaranya memahami soal-soal literasi dan penggunaan strategi, metode dan teori belajar seperti apa yang cocok digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Bimbingan yang diberikan diantaranya AKM pada kurikulum merdeka, kompetensi literasi matematika, pembelajaran matematika sekolah dasar, metode dan teori belajar serta implementasinya dalam meningkatkan numerasi siswa Kegiatan yang dilakukan dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan pemahaman para peserta mencapai rata-rata 38,5% dari pemahaman sebelumnya.   
Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Melalui Pendekatan Problem Solving : Penelitian Beatrix Purnama Sari; Sefri Imanuel Fallo; Andrian Lalang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5613

Abstract

Kemampuan penalaran matematika merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran. Pendekatan problem solving dapat memfasilitasi pengembangannya melalui keterlibatan aktif siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa melalui pendekatan problem solving pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga siswa kelas VII yang mewakili masing-masing kategori, ditentukan berdasarkan hasil belajar dan wawancara guru. Data dikumpulkan melalui Tes Pemecahan Masalah dan wawancara. Hasil menunjukkan siswa kategori tinggi dan sedang berada pada kategori baik dengan skor 13 dan 12, mampu memenuhi empat indikator penalaran (menganalisis situasi, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan secara sistematis, dan menarik kesimpulan logis), meskipun terdapat perbedaan pada indikator kesimpulan. Siswa kategori rendah berada pada kategori cukup dengan skor 7; mampu menganalisis situasi, tetapi belum tepat merencanakan penyelesaian sehingga kesimpulan belum benar. Simpulannya, pendekatan problem solving mampu menggambarkan perbedaan kemampuan penalaran matematika siswa serta mendukung pengembangannya sesuai karakteristik masing-masing.