Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hambatan belajar (obstacle learning), mendesain rencana didaktik, melakukan aktifitas dedaktik dan menemukan perubahan setelah dilakukannya tahap retrospektif. Metode menggunakan DDR (Didactical Design Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Data diperoleh melalui proses observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya kemampuan visualisasi siswa dan kemampuan penguasaan konsep dasar bangun-bangun ruang maka perlukan benda-benda konret dalam mengajarkan konsep jaring-jaring bangun ruang. Media tekhnologi yang sangat membantu dalam menanamkan konsep jaring-jaring bangun ruang adalah media augmented reality (AR). Perubahan yang dilakukan terdapat pada aktifitas penanaman konsep bagian-bagian lingkaran dengan melakukan aktifitas menemukan jumlah sisi dan titik sudut lingkaran menggunakan media konkret lingkaran.Siswa yang memiliki kemampuanĀ visualisasi yang rendah akan kesulitan memahami gambar yang muncul di layar handphone, karena gambar yang muncul kecil sehingg menyulitkan siswa yang memiliki kecerdasan visual yang rendah.
Copyrights © 2024