Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak konstruktif kalimat indikatif bagi pembaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan wacana kritis dengan metode deskriptif. Dengan pendekatan wacana kritis, teks-teks lingkungan dikaji dan diungkap bentuk dan dampak konstruktif di balik teks tersebut. Teks pada wacana lingkungan yang ditulis oleh wartawan pasti didasari hasil observasi dan wawancara. Lewat teks tersebut tergambar konteks wacana tersebut dibuat. Analisis wacana kritis adalah upaya atau proses penguraian untuk memberi penjelasan dari sebuah teks (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok dominan yang kecenderungannya mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh apa yang diinginkan. Berdasarkan hasil penelitian tentang dampak ekologis penggunaan kalimat Indikatif pada pemberitaan pemakaian air tanah, ditemukan dampak konstruktif penggunaan kalimat indikatif sebanyak tiga data, terdapat juga contoh kalimat indikatif yang berbentuk pelestarian dan pemertahanan lingkungan dan terakhir terdapat kalimat indikatif yang mengandung kalimat konstruktifnya. Dampak konstruktif biasanya isi, makna atau pesannya bisa mempengaruhi pola pikir dan sikap pembaca untuk ikut melestarikan lingkungan. Berdasarkan isinya, wacana dikelompokkan dalam beberapa bentuk, yaitu wacana sosial, wacana ekonomi, wacana hukum, dan wacana lingkungan. Teks positif dapat mengubah etika lingkungan yang negatif menjadi positif. Dampak positif yang sifatnya konstruktif berupa penggunaan bahasa yang terlalu mudah dipahami, tidak berlebihan, dan rinci sehingga mempengaruhi sikap dan pola pikir bagi masyarakat atau pembacanya.
Copyrights © 2024