Pendidikan memainkan peran penting dalam kemajuan di berbagai bidang kehidupan, sehingga pembangunan pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam program pembangunan nasional. Tetapi banyak orang di Indonesia tidak memiliki akses ke pendidikan, terutama karena kemiskinan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dengan memberikan bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan, PKH meningkatkan sumber daya manusia, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Meskipun demikian, masih ada banyak masalah yang menghalangi pelaksanaan program-program ini. Ini termasuk kekurangan sosialisasi, kesalahan data, partisipasi yang rendah, dan kemungkinan penyalahgunaan bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, mekanisme, dan elemen yang mempengaruhi pelaksanaan PKH melalui KIP di Surabaya, Jawa Timur, dan efeknya.
Copyrights © 2024