Salah satu tradisi pesantren adalah adanya sanad keilmuan. Sanad keilmuan yang ada dipesantren berbeda dengan lembaga pendidikan yang lainnya, karena keotentikan ilmu Kyai dan santri dapat dilihat dari sisi kredibilitas sanad keilmuan yang bersambung sampai Rasulullah SAW. Namun dengan seiring berjalannya waktu, pesantren harus mengawal perubahan zaman yang telah masuk ke Era Society 5.0 yang ditandai oleh kecerdasan buatan yang berkembang secara pesat dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, informasi agama yang luas, sehingga dapat dikonsumsi semua orang, termasuk santri. Tentunya hal ini dapat menimbulkan kesulitan dalam menyaring keaabsahan data maupun kebenaran informasi agama yang didapat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah pentingnya kebenaran sanad keilmuan pesantren yang harus dijaga dan dipertahankan di Era Society 5.0. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu mempertahankan kredibilits sanad keilmuan pesantren yang bersambung sampai Rasulullah SAW. Dan dengan adanya tulisan ini dapat membantu pembaca dalam memfilter segala data dan informasi keagamaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Copyrights © 2024