Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh perencanaan yang buruk, pemilihan bahan yang kurang tepat, mutu pelaksanaan yang tidak memenuhi standar, serta kondisi lingkungan. Penelitian kerusakan jalan yang dilakukan menggunakan metode Surface Distress Indeks (SDI), pada ruas Jalan Mayjen Bambang Yuwono, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto, yang memiliki jalan sepanjang 10 KM. Metode ini menilai kerusakan secara visual dengan data parameter luas total keretakan, lebar rata – rata keretakan, jumlah lubang dan kedalaman bekas roda kendaraan atau alur. Hasil pengamatan visual di lapangan ditemukan bahwa 23,54% dari kerusakan jalan berupa retak kulit buaya, 18,23% berupa retak memanjang, dan 23,30% berupa lubang. Mayoritas segmen jalan (sebagian besar di antaranya) memiliki kondisi baik (70%), dengan sedikit atau tanpa kerusakan yang signifikan. Namun, terdapat beberapa segmen yang memiliki kondisi sedang (30%), yang mungkin memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan dan pemeliharaan, dan terdapat segmen yang memiliki kondisi rusak ringan (3%), yang memerlukan penanganan rehabilitasi jalan.
Copyrights © 2024