Penyandang disabilitas rungu dan wicara memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara dan mendengar yang baik, sehingga kesulitan untuk berkomunikasi dan hambatan dalam berpatisipasi khususnya dalam pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menggambarkan komunikasi non-verbal antara pendamping dan anak penyandang disabilitas rungu wicara dalam program Calistung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu, jenis penelitian yang berusaha mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan fakta-fakta yang ditemukan melalui observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini adalah komunikasi non-verbal antara pendamping dan anak disabilitas rungu wicara mengacu pada komunikasi non-verbal dari Mark Knapp yaitu pengulangan (repeating), subsitusi (subtitution), kontradiksi (contradicting), melengkapi (complementing), dan menekankan (accenting). Komunikasi non-verbal yang dilakukan antara pendamping dan anak disabilitas rungu wicara dalam program Calistung menggunakan, bahasa tubuh, emosi, ekspresi wajah, dan gerakan.
Copyrights © 2024