Penelitian ini mengkaji implementasi analisis Break-Even Point (BEP) dan strategi target laba di PT Jaya Abadi selama tahun 2021 serta relevansinya terhadap manajemen laba perusahaan di tengah pandemi COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menyoroti pentingnya analisis BEP dalam mengidentifikasi tingkat penjualan minimum yang harus dicapai untuk menutup biaya operasional. Hasil analisis laba perusahaan menunjukkan bahwa PT Jaya Abadi berhasil mencapai laba usaha sebesar Rp 86.730.000 dari total penjualan Rp 155.130.000 setelah mempertimbangkan biaya operasional sebesar Rp 68.400.000. Implementasi analisis BEP dan strategi target laba menjadi krusial dalam mengelola keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan fokus pada pengembangan strategi penjualan adaptif, optimalisasi kapasitas produksi, dan pengendalian biaya. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat analisis biaya seperti BEP dalam perencanaan laba untuk mencapai target laba yang diinginkan dan menghadapi tantangan ekonomi dengan arah pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang manajemen laba dan strategi keuangan perusahaan di era ketidakpastian ekonomi global.
Copyrights © 2024