Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan keuangan dan kesehatan kerja. Para pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pencatatan keuangan yang baik dan risiko kesehatan akibat paparan debu kayu serta penggunaan alat berat. Program ini meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, sosialisasi kesehatan kerja, dan pengadaan alat produksi yang lebih modern. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% pengrajin mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan setelah program dibandingkan 35% sebelum pelatihan. Di sisi kesehatan, kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat dari 25% sebelum program menjadi 70% setelah pelatihan. Pengadaan alat baru juga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelahnya, serta peningkatan kualitas produk dari 55% menjadi 85%. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan penerapan teknologi secara konsisten. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembinaan jangka panjang, peningkatan akses pasar, serta monitoring intensif guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha kelompok pengrajin. Community Partnership Program for the Mang Abes Wood Lathe Craftsman Group, Klungkung Regency Abstract:This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of the Mang Abes Woodturning Craftsmen Group in Klungkung Regency, Bali, focusing on financial management and occupational health. The craftsmen face challenges such as poor financial record-keeping and health risks due to wood dust exposure and the use of heavy equipment. This program included training on basic financial management, occupational health education, and the provision of modern production tools. The training results showed significant improvements, with 85% of the craftsmen understanding the importance of financial record-keeping after the program, compared to 35% before. In terms of health, awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) usage increased from 25% before the program to 70% after. The introduction of new equipment also enhanced production capacity by 40%, from 50% to 90%, and product quality improved from 55% to 85%. However, further assistance is needed to ensure the program's sustainability and consistent technology adoption. Recommendations include long-term mentoring, market access enhancement, and intensive monitoring to support the group's competitiveness and business sustainability.
Copyrights © 2024