Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat menguntungkan, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Dusun Wonocatur Desa Banguntapan Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta memiliki pasar tradisional yang menghasilkan limbah organik yang berlimpah. Permasalahan utama adalah tidak tersedianya fasilitas pengelolaan limbah pasar baik limbah organik maupun limbah anorganik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan bioteknologi budidaya Maggot dan membuat mikrooragnisme local (MOL) dari limbah organik sampah pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: Ceramah, diskusi, pelatihan, praktek dan pendampingan. Sampah organik berupa limbah sayur dan buah merupakan nutrisi bagi Maggot, Magot merupakan salah satu serangga potensial berupa Black Soldier Fly atau Lalat Tentara Hitam, Spesies ini diketahui tidak membawa dan atau menularkan penyakit seperti lalat rumah/lalat hijau. Maggot memiliki kelebihan untuk dimanfaatkan, diantaranya mampu menguraikan beragam sampah organik dan sangat baik sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas dll. Limbah organik sebagai bahan baku untuk membuat mikroorganisme lokal (MOL) karena memiliki kandungan unsur hara dan mikroorganisme pengurai sebagai pupuk hayati, pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan, bahwa masyarakat sangat tertarik dengan budidaya maggot dan pupuk organik cair atau MOL.Luaran yang dihasilkan adalah: Bioteknologi budidaya Maggot dan Mikroorganisme Lokal (MOL), Produk turunan Maggot (telur, bibit, fress Maggot, pupa) yang memiliki nilai jual, pupuk padat kasgot, produk MOL atau pupuk organik cair yang berkualitas.
Copyrights © 2023