Kebijakan politik luar negeri Indonesia sejak merdeka selalu mengalami perubahan. Meskipun doktrin politik luar negeri bebas-aktif yang dicetuskan pertama kali oleh proklamator Mohammad Hatta tahun 1948 tidak pernah berubah, tetapi praktiknya tergantung dengan pendekatan dan tafsir yang diambil oleh para pemimpin yang berkuasa. Orde lama condong ke blok timur, orde baru condong ke blok barat, dan orde reformasi mengalami dilematis karena berbagai faktor domestik dan internasional. Dari berbagai pilihan politik yang pernah diambil oleh penguasa Indonesia, manakah yang lebih menguntungkan kepentingan nasional Indonesia itu sendiri. Hal ini yang menjadi konsen utama dari artikel ini.
Copyrights © 2021