Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Komparatif Kebijakan Luar Negeri Indonesia Bebas-Aktif dan Lebih Dekat ke Salah Satu Blok, Mana Yang Lebih Menguntungkan Kepentingan Nasional Indonesia? Syahdami, Syahdami; Rofii, Muhammad Sya’roni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.833 KB)

Abstract

Kebijakan politik luar negeri Indonesia sejak merdeka selalu mengalami perubahan. Meskipun doktrin politik luar negeri bebas-aktif yang dicetuskan pertama kali oleh proklamator Mohammad Hatta tahun 1948 tidak pernah berubah, tetapi praktiknya tergantung dengan pendekatan dan tafsir yang diambil oleh para pemimpin yang berkuasa. Orde lama condong ke blok timur, orde baru condong ke blok barat, dan orde reformasi mengalami dilematis karena berbagai faktor domestik dan internasional. Dari berbagai pilihan politik yang pernah diambil oleh penguasa Indonesia, manakah yang lebih menguntungkan kepentingan nasional Indonesia itu sendiri. Hal ini yang menjadi konsen utama dari artikel ini.
Studi Komparatif Kebijakan Luar Negeri Indonesia Bebas-Aktif dan Lebih Dekat ke Salah Satu Blok, Mana Yang Lebih Menguntungkan Kepentingan Nasional Indonesia? Syahdami, Syahdami; Rofii, Muhammad Syaroni, Mr.
Jurnal Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since independence, Indonesia's foreign policy has always changed. Although the doctrine of a free and active foreign policy that was first coined by the proclaimer Mohammad Hatta in 1948 has never changed, its practice depends on the approaches and interpretations taken by the ruling leaders. The old order leaned towards the eastern bloc, the new order tilted towards the western bloc, and the reform order was in a dilemma due to various domestic and international factors. Of the various political choices that have been made by the Indonesian authorities, which one is more beneficial to Indonesia's own national interests. This is the main concern of this article. Keywords: free-active foreign policy, old order, new order, reform, national interest
Studi Komparatif Kebijakan Luar Negeri Indonesia Bebas-Aktif dan Lebih Dekat ke Salah Satu Blok, Mana Yang Lebih Menguntungkan Kepentingan Nasional Indonesia? Syahdami, Syahdami; Rofii, Muhammad Sya’roni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2311

Abstract

Kebijakan politik luar negeri Indonesia sejak merdeka selalu mengalami perubahan. Meskipun doktrin politik luar negeri bebas-aktif yang dicetuskan pertama kali oleh proklamator Mohammad Hatta tahun 1948 tidak pernah berubah, tetapi praktiknya tergantung dengan pendekatan dan tafsir yang diambil oleh para pemimpin yang berkuasa. Orde lama condong ke blok timur, orde baru condong ke blok barat, dan orde reformasi mengalami dilematis karena berbagai faktor domestik dan internasional. Dari berbagai pilihan politik yang pernah diambil oleh penguasa Indonesia, manakah yang lebih menguntungkan kepentingan nasional Indonesia itu sendiri. Hal ini yang menjadi konsen utama dari artikel ini.