Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kategori respon dan adversity quotient setelah mengalami tunanetra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologis. Karakteristik partisipan penyandang tunanetra tidak bawaan, tunanetra total, dan dewasa muda (20-30 tahun). Data didapatkan melalui wawancara pada partisipan yang bersangkutan dan disertai wawancara significant other. Analisis data menggunakan Teknik Interpretative Phenomenological Analisis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan respon awal yang diberikan partispan sedih, takut, tidak terima, drop secara mental, emosi tidak stabil, tidak percaya, dan menangis. Proses adaptasi yang dilalui partisipan sulit menerima, menjalani takdir, pasrah, berusaha bangkit, dan menyesali diri. Adversity Quotient partisipan dapat dilihat pada kontrol diri terhadap peristiwa yang menimbulkan kesulitan, asal usul dan pengakuan, jangkauan, serta daya tahan terhadap kesulitan.
Copyrights © 2023