Keberaadaan rumah sakit di era disrupsi menyebabkan terjadinya pergeseran dramatis dalam cara perawat bekerja, berkomunikasi, melayani pasien, dan menjalani tugas pekerjaannya sehari-hari. Era disrupsi menuntut adaptasi yang cepat dari rumah sakit , institusi, dan individu. Rumah sakit yang dapat mengidentifikasi tren dan berinovasi dengan cepat memiliki kesempatan untuk berkembang dalam lingkungan yang terus berubah ini, sementara yang tidak dapat beradaptasi mungkin terpinggirkan atau bahkan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, era disrupsi sering kali dianggap sebagai tantangan dan peluang sekaligus. Pemanfaatan teknologi dan inovasi dapat mendukung kinerja perawat. Kepemimpinan digital, knowledge sharing, dan perilaku kerja inovatif diantara faktor yang mempengaruhi kinerja perawat. Tujuan penelitian menganalisis peranan kepemimpinan digital, knowledge sharing, dan perilaku kerja inovatif terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Ibnu Sina di Kota Makassar. Lokasi penelitian pada Rumah Sakit Ibnu Sina. Pendekatan penelitiaan menggunakan pendekatan kuantitatif. Unit analisis dan sampel berjumlah 128 orang perawat. Metode pengumpulan data melalui kuesioner. Metode pengumpulan sampel menggunakan sampling jenuh. Alat analisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (a) Kepemimpinan digital, knowledge sharing, dan perilaku kerja inovatif secara parsial berpengaruh terhadap kinerja perawat. (b) Kepemimpinan digital, knowledge sharing, dan perilaku kerja inovatif secara simultan berpengaruh terhadap kinerja perawat.
Copyrights © 2024