Pendidikan Agama Islam bukan sekedar transfer pengetahuan keagamaan; ia juga merupakan arena interaksi sosial yang dinamis antara peserta didik, pendidikan, dan lingkungan pendidikan. Artikel ini memberikan tinjauan sosiologis terhadap interaksi sosial dalam pendidikan agama islam, mengeksplorasi peran individu, kelompok, dan struktur sosial dalam membentuk pengalaman belajar keagamaan. Pada tingkat individu, psikologi inidividu, pengaruh guru, dan factor pribadi memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman dan penerimaan nilai-nilai agama. Kelompok sosial, seperti keluarga dan teman sebaya, juga memiliki dampak signifikan terhadap identitas keagamaan peserta didik. Sementara itu, struktur sosial, termasuk lembaga pendidikan dan norma-norma sosial, memainkan peran sentral dalam membentuk konteks pendidikan agama Islam. Melalui pendekatan sosiologis, artikel ini mengungkap dinamika kompleks interaksi sosial dan tantangan serta prospek dalam menciptakan pendidikan agama islam yang inklusif dan holistic.
Copyrights © 2023