Pembelajaran matematika mengenai materi kelipatan persekutuan terkecil (KPK) jangan penting diajarkan di SD terutama SD yang diteliti SDN 132412 Kota Tanjung balai karena alasan berhubungan dengan kenyataan berdasarkan pengamatan materi ini dianggap sulit karena metode yang digunakan oleh guru masih konvensional tidak menggunakan media pembelajaran, dari hasil studi wawancara yang dilakukan pada 23 siswa,oleh karena itu perlu metode baru dalam mengatasi masalah ini titik peneliti menggunakan media dakon bilangan dengan alasan, dalam proses pembelajaran siswa diajak untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan diberikan stimulus berupa media. Sesuai pada teori belajar responden di mana belajar dihasilkan dari pengalaman dengan lingkungan yang didalamnya terjadi hubungan antara stimulus dan respon. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui peningkatan pemahaman pada materi KPK, (2) mengetahui minat siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media dakon bilangan. Penelitian ini menggunakan metode PTK yang mengadopsi model Kemmis atau taggart yang terdiri dari dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara observasi, pengisian angket dan tes, dianalisis dengan refleksi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan baik dari pemahaman siswa dan minat siswa. Perolehan hasil belajar siswa dengan rata-rata pada siklus I mencapai 70 dengan persentase ketuntasan 44%, siklus II dengan rata-rata 92 dan persentase ketuntasan 100%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media dakon bilangan pada mata pelajaran matematika materi KPK dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 132412 Kota Tanjungbalai.
Copyrights © 2023