Dalam penentuan suatu jenis perkerasan jalan dari pertimbangan teknis dan biaya sangat dibutuhkan untuk Pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Kutai Timur yang tentunya memiliki kondisi yang berbeda dengan daerah lainnya. Metode analisa teknis dengan metode Metode Bina Marga 2017 - Revisi 2 dan metode Analisa biaya dengan menggunakan metode AHS Binamarga dengan konsep perhitungan bunga majemuk. Hasil dari analisis tebal perkerasan dengan jenis perkerasan lentur dihasilkan susunan tebal perkerasan: AC-WC (40 mm); AC-BC (60 mm); AC-Base (245 mm) dan LPA Klas A (300 mm). Sedangkan untuk perkerasan kaku mendapatkan hasil: Plat Beton (275 mm); Lapis LMC (100 mm) dan Lapis Drainase (150 mm). Analisis Biaya perkerasan lentur sebesar Rp. 124.590.432.270,00 dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp. 200.088.295.470,00. Sedangkan skema untuk biaya perawatan selama UR. 20 tahun perkerasan lentur sebesar Rp. 7.187.622.037.656,30 dan perkerasan kaku sebesar Rp. 6.786.994.982.342,40. Kemudian dilakukan perhitungan bunga majemuk dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia sebesar 5% terhadap kedua jenis perkerasan sesuai UR. 20 tahun dihasilkan perkerasan lentur sebesar Rp. 169,268,534,533,00 dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp. 224,987,932,329,00 sehingga selisih terhadap nilai akhir perkerasan lentur dan kaku adalah Rp. 55,719,397,796,00 atau 24,77% lebih hemat menggunakan perkerasan Lentur.
Copyrights © 2024