Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM STUDI KASUS PADA PERUMAHAN MANUNGGAL KARYA DI DESA SIDOMULYO, KEC. ANGGANA, KAB. Oktaviani, Viva
KURVA S Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.49 KB)

Abstract

Kalimantan Timur sebagai propinsi terluas kedua setelah Irian Jaya, dengan sendirinya pertumbuhan dan perkembangan penduduk juga cukup pesat sehingga kebutuhan akan rumah juga dirasakan masih kekurangan dan belum memenuhi kebutuhan yang ada, Sebagaimana layaknya Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Anggana yang berpenduduk tidak kuransg dari 28.974 jiwa, juga dihadapkan pada permasalahan pemukiman untuk memenuhi kebutuhan akan rumah. Untuk mendapatkan hasil keuntungan yang optimal dibandingkan harga pokok produksi dari investasi pembangunan perumahan Manunggal Karya di Desa Sidomulyo – Kecamatan Anggana yang layak dilaksanakan sehingga dapat diketahui jumlah masing-masing type-type yang akan dibangun sesuai lahan dan luas lahan untuk fasilitas-fasilitas umum. Objek penelitian dalam studi ini adalah pembangunan perumahan Manunggal Karya di Desa Sidomulyo – Kecamatan. Data yang dibutuhkan adalah data sekunder, yaitu data yang diambil pihak manajemen pengembang pembangunan perumahan Manunggal Karya di Desa Sidomulyo – Kecamatan. Dan variabel yang digunakan adalah harga jual, luas bangunan dari masing-masing type rumah yang hendak dibangun Berdasarkan hasil analisis metode linear dapat disimpulkan bahwa pembangunan pada perencanaan II dengan menggunakan perbandingan  6 : 1 : 2 : 1 sesuai dengan ketentuan pemerintah layak dillaksanakan karena didapatkan hasil keuntungan yang optimal yaitu sebesar Rp 21.943.350.000,- dengan jumlah unit rumah adalah sebagai berikut: type 36 = 186 unit, type 54 = 31 unit, type 70 = 62 unit dan type 98 = 31 unit. Jumlah total keseluruhan 310 unit dengan luas lahan yang terpakai sekitar 35.960 m2. dan lahan untuk fasilitas umum 24.040 m2.
SISTEM MANAJEMEN INSTALASI PENGELOLAAN AIR BERSIH (IPA) UNIT GUNUNG LINGAI – SAMARINDA UTARA OKTAVIANI, VIVA
KURVA S Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.534 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v2i1.4390

Abstract

Instalasi dan Pengolahan Air (IPA) PDAM Kota Samarinda Unit Gunung Lingai dengan kapasitas debit 100 liter/detik telah melayani pelanggan pada tahun 2018 adalah sebanyak 15.557 sambungan rumah. Permasalahan yang terjadi adalah dalam pendistribusian air saat ini dilakukan pengiliran, maka untuk menjaga kebutuhan air bersih ke masyarakat agar tetap terjaga perlu dilakukan langkahlangkah strategis dan efisien. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Bagaimana kondisi terakhir instalasi pengolahan air bersih Unit Gunung Lingai dan kondisi 10 tahun ke depan, (2) Bagaimana menganalisa Sistem Kinerja Manajemen Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) Unit Gunung Lingai Samarinda Utara. Penelitian dengan melakukan survey lapangan, analisis dan dalam perhitungannya menggunakan metode Metode Eksponensial serta perhitungan sistem manajemen air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi tingkat pelayanan IPA Unit Gunung Lingai saat ini (2018) adalah : sambungan rumah 15.557 (SR), Produksi Air : 6.666.834 M3 . Distribusi Air : 5.929.590 M3, Pendapatan Penjualan Air : Rp. 17.406.850.265 dan Biaya Operasi : Rp. 15.691.664.875. Sedangkan (2) Proyeksi pelayanan 10 tahun ke depan (2026) adalah sambungan rumah 24.532 (SR), Produksi Air : 14.696.287 M3 . Distribusi Air : 11.579.557 M3, Pendapatan Penjualan Air : Rp. 29.911.682.634,00 dan Biaya Operasi : Rp. 24.869.552.175,00 dan (3) Program Peningkatan Manajemen Pelayanan pada bidang Teknis Operasional, Bidang Keuangan, Bidang Pelayanan dan Pemasaran, Bidang Organisasi dan Manajemen serta Bidang Pengembangan SDM.
ANALISIS SALURAN DRAINASE PADA PERUMAHAN UNTUK PERIODE 5 TAHUN OKTAVIANI, VIVA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.904 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v8i2.5106

Abstract

Pembanganan perumahan beserta sarana dan prasarananya dan dilengkapi fasilitas umum, infrastruktur lain perlu mendapatkan prioritas mengingat tempat tinggal adalah merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar akan suatu tempat tinggal, sistem saluran drainase merupakan salah satu bagian yang amat penting dalam perencanaan pembangunan suatu kawasan pemukiman perumahan, apabila terjadi hujan, maka di beberapa daerah yang permukaannya sudah ditutupi oleh bangunan dan beton yang tingkat infiltrasinya kecil menjadi banjir dan tergenang, sistem saluran drainase yang baik harus dapat menampung semua pembuangan air dengan semaksimal mungkin. Ada dua jenis distribusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu distribusi Log Pearson III, dan Gumbel Type I. Uji kecocokan sebaran dilakukan untuk mengetahui jenis sebaran yang paling sesuai dengan data hujan, Ada dua jenis uji kecocokan yaitu uji kecocokan Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorof. Metode penelitian yang digunakan ialah metode pengumpulan dan analisa data. Data yang dipakai adalah data primer dan data skunder kemudian data-data tersebut dianalisa berdasarkan analisa hidrologi dan analisa hidrolika Berdasarkan dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, Dimensi untuk semua saluran dikawasan perumahan menggunakan penampang persegi ekonomis dengan periode ulang 5 tahun. Saluran Utama 1, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,618 m3/dtk. Saluran Utama 2, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 60 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,395 m3/dtk. Saluran Utama 3, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,351 m3/dtk.
Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kelurahan Sei Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda Oktaviani, Viva; Tukimun, Tukimun; Suharto, Suharto; Musrifah, Musrifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemah kerja mahsiswa (KKM) di lakukan selama tiga hari yang di mulai 29,30 September dan berakhir hingga 1 Oktober 2023 ini merupakan salah satu agenda rutin yang digagas oleh Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) bersama dengan mahaiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda yang bertujuan untuk memberikan wawasan mahasiswa dan rasa peduli kepada Masyarakat sekitar. Metode dalam kegiatan ini adalah selama 3 hari Mahasiswa dan Dosen melakukan kemah di lapangan untuk dapat berinteraksi langsung dengan Masyarakat di kelurahan Sei Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Dalam kegiatan ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu diskusi dengan warga, kegiatan perlombaan 17 Agustusan, kegiatan rehabilitasi mushola Al Muslimin serta pemberian bantuan perlengkapan mushola seperti karpet, speaker suara, sajadah, mukena dan perlengkapan lainnya. Selain itu, dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan kerja bhakti dengan warga untuk membersihkan dan memperbaiki prasarana saluran air dan jalan desa yang mengalami kerusakan. Tentunya kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa dan Masyarakat Jalan Kehewanan 2 Sungai Lais gang Muslimin RT 08 Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan Kota Samarinda. Harapan kedepan, kegiatan ini terus kontinyu dilaksanakan untuk dapat menumbuhkan rasa peduli kepada lingkungan sekitar (Masyarakat) dan tentunya Masyarakat dapat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. 
Program Penerangan Lampu Solar Cell Pada Komunitas Muslim di Pattani Thailand Tukimun, Tukimun; Oktaviani, Viva; Wulandari, Chintia Agustina; Talib, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas muslim di Pattani Thailand hanya sekitar 15%, dibandingkan penganut agama Budha yaitu sekitar 80%. Mayoritas Penduduk Muslim di Thailand tinggal di Selatan Thailand, sekitar 1,5 juta jiwa, atau 80% dari total penduduk, khususnya di Pattani, Yala dan Narathiwat, tiga provinsi yang sangat mewarnai dinamika penganut muslim di Thailand Selatan. Thailand Selatan terdiri dari lima provinsi: Pattani, Yala, Narathiwat, Satun dan Songkhla, dengan total penduduk 6.326.732 mayoritas memeluk agama Islam. Bersama dengan beberapa universitas yang tergabung dalam kegiatan 1st International Youth Research Competition and Exhibition melakukan kegiatan Abdimas (community Service) dengan komunitas musli di Pattani Thailand dengan memberikan bantuan berupa penerangan lampu collar cell. Abdimas ini memberikan solusi pada kondisi infrastruktur terutama penerangan di sekitar masjid-masjid di Pattani Thailand dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai teknologi ramah lingkungan yang menjadi pilihan untuk mewujudkan transformasi energi terbarukan. Dengan kegiatan Abdimas ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meramaikan masjid-masjid di Pattani Thailand dengan suasana malam yang terang dan mengurangi terjadinya Tindakan-tindakan kejahatan di sekitar masjid.
Analisa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pembangunan Ruang Kelas Baru Kampus IKIP PGRI Samarinda Sulistyono, Rudi; Oktaviani, Viva; Purwanto, Purwanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i1.7888

Abstract

Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi merupakan bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan bebas dari kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada para pekerja pada proyek konstruksi pembangunan ruang kelas baru kampus IKIP PGRI Samarinda, untuk  mengetahui pelaksanaan program K3 dan kendala apa saja yang terjadi dalam penerapan K3 tersebut. Analisa data pada penelitian ini menggunakan standar deviasi, mean dan interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program K3 pada proyek pembangunan ruang kelas baru kampus IKIP PGRI Samarinda termasuk dalam kategori baik dengan nilai mean 4,31 dan simpangan baku 0,31. Kendala yang terjadi berasal dari dua hambatan yaitu kendala yang berasal dari hambatan sisi pekerja dengan nilai mean sebesar 3,09 dan simpangan baku sebesar 0,19 dan kendala yang berasal dari hambatan sisi perusahaan dengan nilai mean sebesar 2,75 dan simpangan baku sebesar 0,26.
Analisa Tingkat Kebisingan Di Jalan Arteri Primer (Studi Kasus SDN 016 Jalan P. Antasari Samarinda) Esanugraha, Dettry; Oktaviani, Viva; Marzuki, Robby
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8382

Abstract

Samarinda Ulu merupakan area yang memiliki tingkat kemacetan yang cukup padat terutama jalan P. Antasari yang merupakan jalan arteri primer. Titik pengukuran dilakukan di SDN 016 yang berada di pinggir jalan P. Antasari dan dekat dengan putaran menuju jalan Cendana, sehingga dapat dipastikan akan menimbulkan kebisingan yang cukup tinggi akibat lalu lintas yang padat. Tingkat kebisingan di SDN 016 yang berada di tepi jalan P. Antasari diukur dengan alat Sound Level Meter menunjukan hasil nilai Ls pada hari Senin sebesar 68,8 dBA, Ls hari Rabu sebesar 67,4 dBA dan Ls hari Jumat sebesar 69,4 dBA. Nilai ini dapat disimpulkan sudah melebihi baku mutu untuk kebisingan berdasarkan KEPMENLH No. 48 Tahun 1996 untuk wilayah sekolah dan pemukiman yang sebesar 55 dBA. Seharusnya lokasi tersebut termasuk pada Zona B berdasarkan PERMENKES No. 718 Tahun 1987, dengan tinggat kebisingan 45-55 dBA. Nilai tingkat kebisingan tersebut sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas SDN 016. Artinya semakin tinggi tingkat kebisingan, maka semakin rendah konsentrasi belajar siswa pada kelas dan sebaliknya semakin rendah tingkat kebisingan, maka akan semakin tinggi konsentrasi belajar siswa. sehingga diperlukan antisipasi untuk menurunkan tingkat kebisingan didaerah tersebut.
Studi Kapasitas Saluran Drainase pada Area Depan SPBU Mahkota Jalan Kapten Soedjono Kecamatan Sambutan Samarinda Oktaviani, Viva; Tohir, Musrifah; Suharto, Harto
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.48043

Abstract

This study aims to evaluate the capacity of drainage channels in the Front Area of the Mahkota Petrol Station on Jalan Kapten Soedjono, Sambutan District, whether it is able to accommodate the surface flow discharge that occurs due to rain. The methods used include direct surveys in the field, rainfall data collection, channel geometric data, and hydrological and hydraulic analysis using rational methods and Manning equations. The results showed that some channels at the study site had a smaller capacity than the maximum runoff discharge that occurred, so it had the potential to cause local inundation and flooding. The maximum daily rainfall data for 10 years was analyzed using the distribution of Pearson Log Type III with the planned rainfall of 2 years of the 2-year re-period of 107.09 mm. The planned flood discharge (Qt) was calculated using a rational method, with a result of 1,447 m³/second (right channel) and a concentration time of 0.150 hours. The capacity of the channel with right dimensions (a: 1.40 m, b: 1 m, h: 1 m) of 2.117 m³/s, indicates that the channel is capable of accommodating the design discharge. However, the results of field observations indicate the need for replanning to maintain smooth flow and prevent potential local inundation. This research can be the basis for improving the drainage system in Samarinda City.
Transportation Model In The Revitalization Of Segiri Stadium, Samarinda City Tukimun, Tukimun; Oktaviani, Viva
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2312

Abstract

Samarinda Segiri Stadium area is one of the landmarks of Samarinda City. The condition of the Segiri Stadium area over time is getting shabby and unkempt. As one of the strategic areas of the city, the Samarinda City Government plans to revitalize the Segiri Stadium area. With the revitalization of the Segiri Stadium area, it will have an impact on existing transportation conditions. This study will model the transportation conditions in the area. The method used in this analysis is the MKJI 1997 method and modeling with Vissim software. The results of the analysis of the need for Parking Space Units (SRP) based on the Decree of the Director General of Land Transportation Number: 272/HK.105/DRJD/96 required as many as 2,148 SRP passenger car units. Analysis of unsignalized intersections in existing conditions (year 2022) LOS conditions are in the range of A to C which means the conditions are still safe. Modeling in 2030 the signalized intersection conditions are at LOS between A and D, which means there is already the potential for congestion. Analysis of signalized intersections in existing conditions (year 2022) the LOS conditions of the intersection are in the range of D to F, which means that congestion occurs in existing conditions. Modeling in 2030, LOS conditions are in the E to F range, which means that congestion is getting worse with a queue length value of more than 100 meters. Severe congestion occurs at the Dishub intersection and the Abul Hasan intersection. The results of the road section performance analysis show the LOS value between D to F, which means that it has experienced congestion. Modeling in 2030 shows LOS conditions in D to F conditions, which means that conditions are increasingly congested. Recommendations for these problems are to rearrange the traffic light phase cycle, remove side obstacles to improve the performance of sections and intersections, conduct traffic engineering and utilize Internet of Thing (IoT) technology.
Model Perbandingan Teknis dan Biaya Perkerasan Lentur dan Kaku pada Proyek Jalan di Kabupaten Kutai Timur Tukimun, Tukimun; Oktaviani, Viva; Prawoto, Alif
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12926

Abstract

Dalam penentuan suatu jenis perkerasan jalan dari pertimbangan teknis dan biaya sangat dibutuhkan untuk Pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Kutai Timur yang tentunya memiliki kondisi yang berbeda dengan daerah lainnya. Metode analisa teknis dengan metode Metode Bina Marga 2017 - Revisi 2 dan metode Analisa biaya dengan menggunakan metode AHS Binamarga dengan konsep perhitungan bunga majemuk. Hasil dari analisis tebal perkerasan dengan jenis perkerasan lentur dihasilkan susunan tebal perkerasan: AC-WC (40 mm); AC-BC (60 mm); AC-Base (245 mm) dan LPA Klas A (300 mm). Sedangkan untuk perkerasan kaku mendapatkan hasil: Plat Beton (275 mm); Lapis LMC (100 mm) dan Lapis Drainase (150 mm). Analisis Biaya perkerasan lentur sebesar Rp. 124.590.432.270,00 dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp. 200.088.295.470,00. Sedangkan skema untuk biaya perawatan selama UR. 20 tahun perkerasan lentur sebesar Rp. 7.187.622.037.656,30 dan perkerasan kaku sebesar Rp. 6.786.994.982.342,40. Kemudian dilakukan perhitungan bunga majemuk dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia sebesar 5% terhadap kedua jenis perkerasan sesuai UR. 20 tahun dihasilkan perkerasan lentur sebesar Rp. 169,268,534,533,00 dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp. 224,987,932,329,00 sehingga selisih terhadap nilai akhir perkerasan lentur dan kaku adalah Rp. 55,719,397,796,00 atau 24,77% lebih hemat menggunakan perkerasan Lentur.