Indonesia dengan keberagaman budayanya, memancarkan kekayaan dalam tradisi dan seni. Suku Batak Toba di Sumatera Utara, melalui Ulos Mangiring menjadi salah satu wujud keindahan budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terhadap simbol-simbol dan makna dalam Ulos Mangiring menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Pendekatan deskriptif digunakan dengan memusatkan pada Ulos Mangiring. Data sekunder diambil dari literatur dan dokumen terkait budaya Batak Toba. Ulos Mangiring memiliki makna denotatif melalui motif Mangiring Padang Ursa dan warna-warna dominan. Pada tingkat konotatif, Ulos Mangiring melambangkan kesuburan, kesepakatan, dan identitas sosial. Dalam dimensi mitos, kain ini menjadi hadiah untuk anak pertama dengan harapan kelahiran yang baik. Analisis semiotika Roland Barthes membuka pemahaman mendalam terhadap kekayaan simbolik dalam Ulos Mangiring. Kesimpulan penelitian ini adalah Ulos Mangiring bukan hanya pakaian adat, melainkan sistem tanda dengan makna mendalam. Simbol ini mencerminkan asumsi, norma, dan harapan simbolis masyarakat Batak Toba. Peningkatan pelestarian dan edukasi perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini.
Copyrights © 2024