Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tentang Tradisi kerja tahun pada masyarakat Karo dengan menggunakan kajian Kearifan Lokal oleh Sibarani 2012:114), Kearifan lokal adalah bagian dari budaya seseorang, dan bahasa mereka adalah bagian dari budaya tersebut. Artikel ini mencakup permasalahan yang diteliti yaitu 8 nilai-nilai yang terkandung didalamnya yaitu disiplin, kerja keras, pendidikan, kesehatan, gotong royong, pelestarian dan kreatifitas budaya, dan kepedulian lingkungan dan 7 tahapan yaitu cikor-kor, cikurung, ndurung, mantem, matana, nimpa dan rebu dalam Tradisi Kerja Tahun pada masyrakat karo. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui sosial media. Teknik pengumpulan data melalui sumber internet. Tradisi ini juga mencerminkan solidaritas sosial dan kerjasama dalam komunitas, serta menjadi sarana untuk menjaga keberlanjutan budaya dan nilai-nilai turun-temurun. Tradisi kerja tahun di masyarakat Karo umumnya adalah untuk merayakan hasil panen yang melimpah dan menghormati roh nenek moyang serta dewa-dewa yang dianggap bertanggung jawab atas kesuburan tanah dan mencerminkan nilai-nilai kebersamaan,kerja keras serta kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam.
Copyrights © 2024