Pembelajaran yang mengintegrasikan computational thinking untuk tingkat anak usia dini masih jarang ditemukan di Indonesia, padahal kemampuan ini dipercayai para ahli sebagai kemampuan yang dibutuhkan pada abad 21. Dengan computational thinking proses belajar menjadi lebih bermakna dan diharapkan dapat melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah yang logis, terstruktur, dan efektif bagi anak usia dini. Guru dituntut memiliki kemampuan merancang pengalaman pembelajaran dengan menggabungkan konsep computational thinking. Dalam mengenalkan computational thinking pada anak usia dini salah satunya dapat dilakukan dengan aktifitas unplugged. Tujuan dari penelitian adalah menerapkan computational thinking melalui aktifitas unplugged untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini dalam pengelolaan sampah khususnya memilah jenis sampah yang berbeda baik organik,non organik dan residu. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis eksperimen dengan One-Group Pre-test-Post-test design yang melibatkan siswa siswi TK Baiti Kids bandung. Dari hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap pengelolaan sampah. Peningkatan skor yang signifikan juga terlihat berdasarkan analisis dekriptif dimana nilai rerata pretest sebesar 45,91 dan nilai rerata postest sebesar 81,82.
Copyrights © 2024