Siswa sekolah dasar terkendala belajar sejarah. Hal ini seperti yang terlihat pada siswa kelas V SDN Sukodadi 2 Kabupaten Malang. Berdasarkan data lapangan sudah ditemukan tiga kendala yaitu; (1) metode mengajar kurang bervariasi, (2) metode mengajar yang diterapkan guru dan buku sejarah tidak cukup memotivasi proses belajar siswa dan kurang memberikan gambaran nyata bagi proses berpikir mereka, dan (3) beban materi dengan alokasi waktu belajar tidak seimbang. Penelitian ini berusaha merancang metode belajar sejarah melalui film animasi bagi siswa sekolah dasar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi, wawancara, dan menyebar kuesioner. Metode analisis yang yang digunakan adalah deskriptif dari triangulasi data. Hasil analisis kemudian menjadi acuan dalam proses perancangan. Rancangan ini menghasilkan film animasi sejarah Perang Aceh berjudul Prang Sabi dengan konsep atraktif dan informatif. Strategi bercerita yang digunakan melalui narasi visual. Selain itu strategi penyampaian informasinya yaitu melalui pengalaman yang diasosiasikan serta informasi yang dipotong-potong (chunking) dan diulang-ulang (rehearsal) dari elemen sejarah Perang Aceh diterapkan ke dalam elemen visual (karakter, teks, infografis) dan suara (narasi, dialog).
Copyrights © 2024