Industri tekstil di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, setiap produksinya akan menghasilkan limbah berupa limbah pewarna. Methilene Blue adalah limbah pewarna yang paling banyak diproduksi. Limbah Methylene Blue ini nantinya akan masuk ke lingkungan perairan yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Kadar yang diizinkan dalam perairan berkisar antara 5-10 mg / L. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi kandungan zat warna Mehylene Blue di perairan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben biji lengkeng yang diaktifkan dengan HNO3 O,O1M dengan metode batch. Instrumen yang digunakan adalah FTIR dan UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum dengan melihat kapasitas serapan zat warna berupa variasi waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Waktu kontak optimum diperoleh 150 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm sehingga diperoleh daya serap 63,65 mg/g dengan persentase absorpsi 93,78%.
Copyrights © 2024