Kitab kuning ini adalah program wajib yang menjadi karakteristik Pondok Pesantren (Ponpes). Artikel ini membahas perihal pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Khusus Raudhatul Iman yang beralamat di Tebo, Jambi. Pembahasan difokuskan pada metode pembelajaran kitab kuning dan penerapannya pada pembelajaran, serta ciri khasnya dalam mengevaluasi hasil dari pembelajaran kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Raudhatul Iman ini tetap berpegang teguh menggunakan beberapa metode pendekatan yang lazimnya digunakan di pondok pesantren umumnya yaitu metode klasik, yaitu metode Mahfuudzat (hafalan), metode sorogan, bandongan, Mudzakarah (untuk membentuk santri mampu menyelesaikan suatu masalah sesuai dengan syariat islam). Tidak hanya itu ustadz atau pengajarnya adalah orang-orang yang dituakan dipondok pesantren tersebut sebab ustadznya sudah berusia 60-han keatas dan sudah berpengalaman dalam mengajar kitab kuning, sehingga bisa dijamin ilmunya tentu sudah sangat luas dan mempunyai keterampilan yang tinggi dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Berhasilnya suatu pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Raudhatul Iman diukur dengan menggunakan beberapa cara, dari cara umum dengan menguji secara tes tertulis, serta penilaian kitab dan cara khasnya yaitu mengadakan acara Haflah Akhirussanah dan Imtihan” untuk evaluasi kita kuning yang diadakan 2 kali dalam setahun (semester 1 dan 2), dihadiri masyarakat, orang tua walimurid dan para guru. Hendaknya tradisi pesantren ini tetap dapat dipertahankan guna melestarikan pembelajaran kitab kuning. Kata kunci: Pondok Pesantren, Kitab Kuning, Evaluasi
Copyrights © 2024