Komunikasi perawat dan pasien harus berjalan dengan secara efektif, selain itu Bahasa dari perawat kepada pasien harus mudah dipahami maupun dimengerti oleh pasiennya. Komunikasi kepada pasien memang harus dibedakan dengan komunikasi kepada orang pada umumnya, karena pasien secara psikologis tidak dalam baik-baik saja sehingga perawat harus hati-hati dalam bertindak maupun komunikasi supaya perawat tidak tersinggung oleh kata-kata yang diucapkan perawat. Komunikasi tidak hanya soal kata-kata maupun kalimat yang diucapkan namun komunikasi juga harus memperhatikan gestur gerak tubuh agar pasien merasa nyaman dan tenang. Penelitian ini terfokus oleh tindak tutur perlokusi yang menjelaskan dimana bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi terdapat pada yang disampaikan perawat kepada pasien yaitu bimbingan imajinatif sehingga disetiap tuturan perawat mempunyai respon yang harus dilakukan oleh pasien. Pada penelitian ini mengunakan dua penelitian yaitu pendekatan secara teoritis dan pendekatan metodelogis Pendekatan secara teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis pragmatik, artinya peneliti mengkaji jenis tindak tutur perlokusi yang ada pada tuturan perawat yang ditujukan kepada pasien Pendekatan secara metodologis yang digunakan oleh peneliti, yakni pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif.
Copyrights © 2024