Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Variasi Kata Ulang Semu dalam Dialek Masyarakat Tegal Triana, Leli; Mulyono, Tri; Alfaris, Lukman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25518

Abstract

Variasi bahasa dapat terjadi karena penutur yang berbeda yang disebabkan oleh faktor wilayah yang disebut dialek. Variasi bahasa dapat berbentuk kata. Dalam dialek Tegal terdapat kata dasar yang bentuknya seperti kata ulang yang disebut dengan kata ulang semu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi kata ulang semu dalam dialek masyarakat Tegal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualiatif. Datanya berupa tuturan masyarakat Tegal. Pengumpulan data dengan metode simak dengan teknik simak libat cakap. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ulang semu yang digunakan dalam dialek masyarakat Tegal adalah kata ulang semu utuh berjumlah 26 data, kata ulang semu berubah bunyi berjumlah 14 data, dan kata ulang semua dengan penambahan afiks berjumlah 7 data. Kata tersebut memiliki makna leksikal, bukan bermakna gramatikal. Kata ulang semu digunakan dalam tuturan masyarakat Tegal yang digunakan oleh teman, tetangga, saudara, maupun keluarga dalam susasana informal.
Analisis Perlokusi Tuturan Perawat Kepada Pasien Kajian Pragmatik Alfaris, Lukman; Hamisa, Wilda; Berliani, Artika Putri; Muliana, Rofiqa Syahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi perawat dan pasien harus berjalan dengan secara efektif, selain itu Bahasa dari perawat kepada pasien harus mudah dipahami maupun dimengerti oleh pasiennya. Komunikasi kepada pasien memang harus dibedakan dengan komunikasi kepada orang pada umumnya, karena pasien secara psikologis tidak dalam baik-baik saja sehingga perawat harus hati-hati dalam bertindak maupun komunikasi supaya perawat tidak tersinggung oleh kata-kata yang diucapkan perawat. Komunikasi tidak hanya soal kata-kata maupun kalimat yang diucapkan namun komunikasi juga harus memperhatikan gestur gerak tubuh agar pasien merasa nyaman dan tenang. Penelitian ini terfokus oleh tindak tutur perlokusi yang menjelaskan dimana bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi terdapat pada yang disampaikan perawat kepada pasien yaitu bimbingan imajinatif sehingga disetiap tuturan perawat mempunyai respon yang harus dilakukan oleh pasien. Pada penelitian ini mengunakan dua penelitian yaitu pendekatan secara teoritis dan pendekatan metodelogis Pendekatan secara teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis pragmatik, artinya peneliti mengkaji jenis tindak tutur perlokusi yang ada pada tuturan perawat yang ditujukan kepada pasien Pendekatan secara metodologis yang digunakan oleh peneliti, yakni pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif.
Pelatihan Drama Pantomim di SMK untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani Alfaris, Lukman; Tresnowati, Idah; Berliani, Artika Putri; Muliana, Rofiqa Syahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama pantomime merupakan permainan drama gerak yang menceritakan semua dengan gerak tanpa mengunakan kata-kata dari adegan awal sampai adegan akhir. Dalam permainan ini sang actor dilarang berbicara semua apa yang ingin disampaikan harus dengan gestur, baik gerak tangan kaki, tubuh sampai ekspresi wajah.tentunya Ketika bermain drama ini para pemain harus sering Latihan gerak terutama dengan olah tubuh supaya tubuh tidak terasa kaku, dan harus dilakukan secara berulang-ulang. Bermain pantomime berbeda dengan bermain drama jenis yang lainnya yang bisa berbicara Ketika menyampaikan apa yang ada dalam pikirannnya. Pelatihan drama pantomime memang berat karena drama ini mengutamakan fisik, jika fisik lemah nanti drama yang akan disampaikan kurang sempurna, maka dari itu pemain pantomime harus sehat dan bugar, Kegiatan Pengabdian di SMK Muhammadiyah Bligo Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan 2 bulan, Dalam kegiatan ini, peneliti melatih cara memerankan atau memainkan pantomim yang baik dengan memulai dari apersepsi, ekspresi, dan gerakan.
Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Berita “Ketua Harian PSI Ahmad Ali Minta Kader Jaga Image Jokowi dan Kaesang” Pada Kompas.Com Alfaris, Lukman; Bakti Mardikantoro, Hari; Rustono, Rustono
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.497-504

Abstract

This study aims to uncover how language is used as an ideological instrument and a means of reproducing power in political reporting in the mass media. The focus of the study is directed at a critical discourse analysis of the news "PSI Daily Chairman Ahmad Ali Asks Cadres to Maintain the Image of Jokowi and Kaesang" published by Kompas.com, with the main question: how linguistic construction, news production and consumption practices, and socio-cultural contexts shape the meaning and ideology in the text. The method used is a qualitative approach through Norman Fairclough's three-dimensional framework—text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study show that language in the text is used strategically to build a positive image of political figures and instill loyalty among party cadres. The study concludes that language functions not only as a means of communication, but also as a mechanism for reproducing power and political ideology in the public sphere.
Pembelajaran Dongeng : Fabel sebagai Media Pendidikan Karakter untuk Pencegahan Perundungan pada anak Usia Dini Alfaris, Lukman; Leli Triana; Wilda Hamisa
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21598

Abstract

Tingginya angka kasus perundungan di lingkungan sekolah semakin meningkat hal ini harus dibentuk sejak anak usia dini dan perlu diperkuat melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan anak. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah pembelajaran dongeng fabel, karena tokoh-tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia memudahkan anak melakukan proses observasi, penilaian moral, dan peniruan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas fabel sebagai media pendidikan karakter untuk pencegahan perundungan pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi lapangan intervensi. Analisis memadukan Teori Morfologi Vladimir Propp untuk mengkaji struktur naratif dongeng serta Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura untuk menjelaskan mekanisme internalisasi nilai melalui perhatian, retensi, reproduksi perilaku, dan motivasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket emotikon, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu mengenali perbuatan positif dan negatif melalui konflik cerita serta menirukan perilaku tokoh yang menunjukkan empati, keberanian, kejujuran, kerja sama, dan penolakan terhadap tindakan bullying. Disimpulkan bahwa fabel efektif sebagai media pendidikan karakter dan layak diintegrasikan dalam pembelajaran literasi secara sistematis, kreatif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Kata kunci 1; pembelajaran dongeng 2; fabel 3; anak usia dini