Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh jenis bakteri, khususnya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terhadap sifat hidrofobik dan kemampuan self-healing mortar. Metode eksperimental dilakukan dengan variasi jenis bakteri sebagai variabel bebas dan kontrol terhadap bahan baku dan suhu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua jenis beton memiliki komposisi kimia yang serupa. Kuat tekan beton yang menggunakan Staphylococcus aureus sedikit lebih tinggi, demikian juga dengan sudut kontak permukaan, menunjukkan sifat hidrofobik yang lebih baik. Analisis SEM menunjukkan bahwa campuran kedua bakteri dapat mengurangi keretakan dan porositas beton, meningkatkan ketahanan terhadap air. Temuan ini mengindikasikan potensi penggunaan bakteri untuk memperbaiki mortar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan mortar yang lebih tahan terhadap air dan memiliki kemampuan self-healing, dengan implikasi praktis dalam perpanjangan masa pakai bangunan dan pengurangan biaya perawatan.
Copyrights © 2024