Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Bahan ajar memberikan arahan kepada guru dalam menentukan langkah-langkah pembelajaran dan membantu menciptakan lingkungan belajar aktif. Lingkungan ini dapat menggeser peran guru dari yang awalnya menggunakan metode ceramah menjadi lebih banyak menggunakan metode diskusi. Salah satu bahan ajar yang digunakan adalah modul. Modul harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan perkembangan zaman, modul konvensional telah berkembang menjadi modul elektronik. Dalam pengembangan e-modul, perlu diperhatikan kesesuaian isi dan model yang digunakan dengan tuntutan abad 21. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan tuntutan abad 21 adalah model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil uji validitas e-modul menunjukkan skor rata-rata sebesar 0,87 yang masuk dalam kategori valid. Uji praktikalitas yang dilakukan terhadap guru menghasilkan skor 92,08%, sedangkan uji praktikalitas yang dilakukan terhadap siswa menghasilkan skor 91,14%, keduanya menunjukkan kategori praktis.
Copyrights © 2024