Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dimana sumber datanya di dapatkan dari kepustakaan (Library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Sipakatau, Sipalebbi,dan Sipakainge' merupakan falsafah budaya Bugis mengandung nilai-nilai dan menjadi pedoman tentang perilaku dan komunikasi dalam interaksi sosial masyarakat yang memiliki makna mendalam dan nilai- nilai ini sangat mempengaruhi karakter individu masyarakat Bugis, ketiga falsafahi ini didahului dengan imbuhan Si yang berarti saling, ketiganya mengandung nilai-nilai moderasi diantaranya sipakatau yang mengandung nilai Musawah, yaitu bagaimana manusia memiliki emansipasi, dalam artian bersikap dan memiliki konsepsi (Humaize Humans) memanusiakan manusia, kedua sipakalebbi yang mengandung nilai Tasamuh yaitu bersikap toleransi ataupun menghargai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman. Kemudian yang ketiga sipakainge yang memiliki arti saling mengingatkan yang mengacuh pada dua konsep sebelumnya, menghargai perbedaan, saling mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang mengarah kepada sikap ektrimisme, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Sipakatau, Sipalebbi, dan Sipakainge'
Copyrights © 2023