Tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi setelah adanya pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya. Media masa sebagai media pemberitaan melakukan framing untuk membentuk dan menyederhanakan realitas suatu peristiwa serta menarik pembaca. Tujuan pada penelitian adalah melakukan analisis Framing Model Zhongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki dalam Kontruksi Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan menggunakan satu media kompas yang memberikan terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan Tahun 2022. Telaah artikel menggunakan analisis Framing Model Zhongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan analisa https://bola.kompas.com/ dalam pemberitaan berjudul Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Bertambah lagu yang telah dianalisa dengan model Zhongdang Pan Dan Gerald M. Framing didapatkan korban 134 orang, dalam proses penyampaian berita menunjukan bukti-bukti dengan fakta, kutipan, foto yang disajikan dalam berita. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap korban tragedi kanjuruan. Akan tetapi dalam pemberitaan ini hanya mencantumkan satu narasumber dari rumah sakit maka bisa dikatakan tidak cover both side (berimbang).
Copyrights © 2024