Sistem penjadwalan kerja dengan menggunakan shift kerja berpotensi meningkatkan produktivitas juga dapat berpotensi menyebabkan keluhan kesehatan seperti kelelahan dan keluhan muskuloskeletal bagi karyawan khususnya pada karyawan yang bekerja di bidang transportasi. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keluhan muksuloskeletal pengemudi Bus Rapid Transit (BRT) di kota denpasar pada shift pagi dan shift siang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Juni 2022 dengan jumlah responden 35 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data keluhan musculoskeletal dievaluasi menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) Hasil: Musculoskeletal disorder (MSDs) lebih tinggi dirasakan pada pengemudi bus yang shif siang dibandingkan shif pagi, dimana rerata keluhan MSDs pengemudi bus pada shif pagi 65,40±3.63, sedangkan rerata keluhan MSDs pengemudi bus pada shif siang adalah 69,65±2.58. Penelitian ini menunjukkan MSDs lebih tinggi dialami oleh pengemudi bus pada shif siang. Kesimpulan: MSDs lebih tinggi dirasakan pengemudi bus pada shif siang dikarenakan jalur yang dilalui merupakan daerah yang sering mengalamai kemacetan pada sore hari, selain itu pengemudi bus sebelum bekerja umumnya melakukan aktivitas lain yang dapat mencetuskan keluhan MSDs
Copyrights © 2024