Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan

Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village

Sumantri, Sumantri (Unknown)
Dewi Marwati Nuryanti (Unknown)
Hamja Abdul Halik (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2024

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

perbal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ...