Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN PETANI TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG-PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI DI KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN Intisari Intisari; Hamja Abdul Halik; Rosnina Rosnina
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.723 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i1.287

Abstract

ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG-PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI DI KOTA PALOPO Intisari Intisari; Hamja Abdul Halik
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.309 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.26

Abstract

Sikap menyebabkan orang-orang berperilaku secara cukup konsisten terhadap suatu obyek. Sikap menggambarkan pula kecenderungan dari seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan objek sikap. SL-PTT adalah sebuah program yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengembangkan kemampuan petani dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.  Apa yang diajarkan di sekolah lapang ini tentunya diharapkan dapat diaplikasikan dalam kegiatan usahataninya.  Ilmu yang diperoleh dalam sekolah lapang dapat ditransfer ke petani lainnya untuk pengembangan bersama. Oleh karena itu, sangatlah penting jika pemerintah ingin mengembangkan dan memperbaiki pelaksanaan program ini dapat mempelajari sikap petani terhadap program SL-PTT Padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap petani terhadap program SL-PTT Padi di Kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dimana akan dipilih tiga orang petani per kelompok tani yang melaksanakan program SL-PTT Padi di Kota Palopo, yaitu 80 x 3 petani = 240 responden.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran sikap Model Fishbein dengan menggunakan model multiatribut yaitu :Attitudeo = å bi ei.Hasil penelitian menujukkan sikap petani terhadap Program SL-PTT Padi di Kota Palopo adalah 548,23 yang artinya positif atau suka, karena berada dalam inetrval 477,41 – 626,20 (positif / suka).  Sikap ini bisa dipengaruhi oleh pengetahuan petani akan program tersebut, atau pengetahuan lainnya yang terkait dengan program tersebut.  Pengetahuan atau informasi yang diperoleh petani tentang program ini atau kegiatan-kegiatan dalam program ini cukup baik, apakah itu diperoleh dari pengalaman pribadi atau informasi dari orang lain.
Strategi pengembangan usaha budidaya lobster air tawar di sulawesi selatan Hamja Abdul Halik
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.124 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.720

Abstract

The development strategies of Agribusiness-based fresh water lobster Aquaculture in South Sulawesi. The study aims to analyze the strategies in developing agribusiness-based fresh water lobster agriculture in south Sulawesi. This research was conducted in mkassar and Palopo City by using a survey method, Which involved 10 freh water lobster cultivators and stakeholders. The dale wre collected through interviews and observatios and analysis using quantitative. The result reveal the development of agribusiness-based fresh water lobster enterprise pose in south Sulawesi is quadrant II (0,34 ; -0,33). Therefore the comparies are in competitive position. Competitive strategies include the backward, forward and horizontal integration, product development and joint ventures. Some alternative strategie that can be implemented are developing natural action between business runners and optimizing the role of fresh water lobster association in south Sulawesi to develop cooperation among the stakeholders Key words : Strategy, business development, fresh water lobster, agribusiness ABSTRAK
Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village Sumantri, Sumantri; Dewi Marwati Nuryanti; Hamja Abdul Halik
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3552

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.
Peningkatan Kapasitas Perempuan melalui Pelatihan Berbagai Olahan Sagu di Desa Malimbu Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Ayu, Srida Mitra; Nuryanti, Dewi Marwati; Halik, Hamja Abdul; Intisari, Intisari
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.692

Abstract

Sumberdaya mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia. Ketersediaan sumberdaya harus didukung oleh kemampuan untuk mengolahnya sehingga dapat menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan ekonomis, sehingga perlu didukung dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sagu komoditi pangan yang sangat mudah didapatkan di Desa Malimbu, namun masyarakat hanya menjualnya dalam bentuk sagu basah, hal ini disebabkan masyarakat belum mengetahui cara mengolah sagu dalam bentuk lain seperti dange dan kue sagu, sehingga mereka membeli di pasar setiap akan mengonsumsinya. Padahal jika sagu yang melimpah tersebut diolah berbagai olahan sagu, maka dapat menjadi sumber pendapatan baru. Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan berbagai olahan sagu bagi perempuan/ibu rumah tangga yang ada di Desa Malimbu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam berbagai olahan sagu serta terbentuk lapangan usaha baru.. Metode yang digunakan adalah (1) Sosialisasi, Penyuluhan dan Pelatihan Berbagai Olahan Sagu; (2) Pelatihan Manajemen Usaha; (3) Kemasan dan Pemasaran; (4) Pemberian bantuan peralatan; dan (5) Pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah (1) Sosialisasi, penyuluhan, pelatihan berjalan lancar dan diterima baik oleh mitra dan masyarakat; (2) Mitra dapat membuat pembukuan sederhana; (3) Mitra dapat mengemas produk dengan menarik serta memasarkannya dipasar lokal dan medsos; (4) Penyerahan bantuan bahan dan peralatan olahan sagu; (5) Mitra dapat menjalankan semua kegiatan dengan baik. Resources are absolutely necessary to support human needs. The availability of resources must be supported by the ability to process them so that they can create products that have added value and are economical, it needs to be supported by knowledge and skills. Sago is a food commodity that is very easy to get in Malimbu Village, but people only sell it in the form of wet sago, this is because people don't know how to process sago in other forms such as dange and sago cakes, so they buy it at the market every time they want to consume it. In fact, if the abundant sago is processed into various sago preparations, it can become a new source of income. Therefore, outreach and training activities on various sago preparations are needed for women/housewives in Malimbu Village. This activity aims to increase the knowledge and skills of housewives in various sago preparations and create new business opportunities. The methods used are (1) Socialization, Counseling and Training on Various Sago Processes; (2) Business Management Training; (3) Marketing and Packaging; (4) Providing equipment assistance; and (5) Mentoring. The results of this activity are (1) Socialization, counseling, training runs smoothly and is well received by partners and the community; (2) Partners can make simple bookkeeping; (3) Partners can package products attractively and market them in local markets and social media; (4) Delivery of sago processing materials and equipment; (5) Partners can carry out all activities well.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Konsumen untuk Keputusan Membeli di Rumah Potong Hewan Padil Pratama Kota Palopo Mirsan, Mirsan; Haruna, Naimah; Malik, Hamja Abd; Harahap, Burhanuddin
Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/simo.v5i1.3334

Abstract

Purpose: The Slaughterhouse (RPH), is generally known by the community as a place to slaughter cows and buffaloes or also called large ruminants, this place is usually to slaughter cows and buffaloes for meat. Methodology/approach: This study is designed as descriptive research with an explanatory quantitative approach, studies the variables observed descriptively, and analyzes the influence that occurs between dependent variables on independent variables. The dependent variable consists of the purchase decision (Y), while the independent variable consists of consumption (X1), meat price (X2), location (X3) Results/findings: Results obtained the study found that the influence of the consumption variable is a positive and significant effect on the purchase decision at RPH Padil Pratama Palopo City, the influence of the price variable of the yield obtained meat did not have a positive and significant effect on the purchase decision at RPH Padil Pratama Palopo City, the influence of the variable location of the results obtained had a positive and significant effect on the decision to buy at RPH Padil Pratama Palopo City. Limitations: The analysis in this study still requires additional in-depth variables, such as marketing mix and loyalty, to obtain more in-depth measurement results. Contribution: The theoretical implications of this study underscore the importance of maintaining consumer loyalty to meat consumption in RPH Padil Pratama.
Pengaruh Peran Penerapan Digitalisasi Petani Milenial Terhadap Pengembangan Pertanian Kota Palopo Baharuddin, Baharuddin; Boceng, Annas; Halik, Hamja Abdul
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5814

Abstract

The increasing role of the millennial generation in the economy, but there are still very few who become farmers, and the strengthening of the role of digitalization plus the role of the agricultural sector which continues to grow positively during this period is a strong signal for the improvement of the agricultural sector through agricultural digitalization efforts and encouraging the millennial generation to become farmers. The basic method of this research uses two approaches, namely the qualitative method. The qualitative approach referred to here is descriptive research, descriptive research is defined as research that only shows an image, description or details about the phenomenon/object being studied. From the results of the research located in South Wara District, that the millennial generation plays an important role in the agricultural sector to continue income and the economy and especially in the agricultural sector is advancing in the current pace of globalization. Increasing the interest of the millennial generation in the progressive agricultural sector is very important. Efforts to motivate the millennial generation as a driving force to support and improve agriculture. In this case, the change in the demographic structure seems to be less favorable and the millennial generation's lack of interest in the agricultural sector. 
PERANCANGAN STRATEGI OPTIMALISASI PRODUKSI SAGU BASAH UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHA PENGOLAHAN: PENDEKATAN SWOT-AHP -, Sumantri Sumantri; Halik, Hamja Abdul; Nuryanti, Dewi Marwati; Mattola, Paradillah Ilyas; Rahim, Ratna
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i2.1879

Abstract

Optimalisasi produksi sagu basah bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi pengembangan agribisnis lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi produksi sagu basah guna mendukung keberlanjutan usaha pengolahan di Desa Poreang. Penelitian ini dilakukan di Desa Poreang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Responden penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari petani, pelaku usaha pengolahan sagu basah, pedagang, dan tenaga ahli dari instansi pemerintah serta perguruan tinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT-AHP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dihasilkan meliputi diversifikasi produk, penguatan kapasitas usaha, dan pemanfaatan limbah sagu berbasis ekonomi sirkular (SO); peningkatan akses pembiayaan, pelatihan manajerial, dan teknologi tepat guna (WO); konservasi lahan dan revitalisasi peran pelaku lokal (ST); serta pembentukan koperasi produsen dan kolaborasi kelembagaan untuk mitigasi risiko dan penguatan keberlanjutan (WT).
Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village Sumantri, Sumantri; Dewi Marwati Nuryanti; Hamja Abdul Halik
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3552

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.