Kesehatan merupakan dambaan setiap manusia, tidak memandang usia dan tidak memandang profesi apa. Salah satu aspek dari “sehat” itu sendiri adalah sehat secara emosional atau mental. Salah satu tindakan yang mudah dan solutif untuk menangani masalah kesehatan mental adalah dengan melaksanakan skrining kesehatan mental. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 30 masyarakat Indonesia dengan latar belakang mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, didapat 80.8% merasa skrining untuk kesehatan mental merupakan tindakan yang penting dengan 92.3% merasa aplikasi skrining kesehatan mental untuk mahasiswa merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah aplikasi pemeriksaan awal depresi untuk mahasiswa supaya dapat berjalan secara optimal dengan menggapai responden sebanyak mungkin. Aplikasi dikembangkan menggunakan SDLC Prototyping dan arsitektur aplikasi MVVM. Penerapan arsitektur didukung oleh bahasa pemrograman Kotlin dan Firebase sebagai penyimpanan data. Aplikasi diuji menggunakan black box testing dan usability testing. Black box testing dilakukan kepada pengembang dan menguji fungsionalitas aplikasi. Usability testing kepada calon pengguna dan akan diukur tingkat efektivitasnya, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Pada black box testing, didapatkan tingkat keberhasilan 100%. Pada usability testing didapatkan tingkat efektivitas 100%, overall relative efficiency 100%, dan tingkat kepuasan dengan nilai SUS didapatkan nilai 81,5.
Copyrights © 2024