Tuberkulosis (TB) atau lebih dikenal sebagai penyakit TBC adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan, terutama paru-paru, dan dapat menyebar melalui droplet dari penderita yang batuk, bersin, atau bicara. Meskipun dapat dicegah dan disembuhkan, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan, terutama di negara berkembang. Tingginya tingkat ketidakpatuhan minum obat menjadi salah satu tantangan utama dalam pengobatan TBC, yang dapat mengakibatkan resistensi obat dan kegagalan pengobatan. Penelitian sebelumnya oleh Prayatna Dewi, dkk mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi risiko penularan penyakit TB adalah dengan memberikan perawatan pribadi (self-care) yang baik kepada penderita TB. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile health berbasis Android guna meningkatkan self-care management pada pasien TBC dengan menggunakan metode pengembangan prototyping. Pada metode ini, terdapat analisis kebutuhan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, menghasilkan 33 kebutuhan fungsional dan 1 kebutuhan non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan perancangan dan implementasi aplikasi menggunakan Figma, Android Studio, dan Firebase. Terdapat empat jenis pengujian, meliputi pengujian validasi (black box testing), kompatibilitas, usability, serta pengujian hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini 100% valid secara fungsional dan memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan berbagai versi Android. Uji usability menunjukkan skor SUS sebesar 89,76 dengan grade scale “A”, mengindikasikan tingkat usability yang sangat baik. Sementara, pengujian hipotesis menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan berdampak positif dan signifikan terhadap self-care management pasien TBC.
Copyrights © 2024