Permasalahan siswa di SMKN 8 Malang menunjukkan bahwa kurang efektifnya pembelajaran Informatika guna mengoptimalkan hasil belajar siswa dengan metode ceramah karena hanya berorientasi pada guru dan minim menyertakan partisipasi siswa. Tujuan penelitian untuk mengimplementasikan model flipped classroom dan mengidentifikasi perbedaan hasil belajar siswa antara model flipped classroom dan konvensional pada mata pelajaran Informatika. Menggunakan metode Quasi Experimental berjenis Non-equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Teknik sampling yang dimanfaatkan yaitu purposive sampling, dengan sampel penelitian kelas X RPL A dan X RPL D berjumlah 68 siswa. Instrumen penelitian yaitu modul ajar, handout, pretest dan posttest, lembar kerja, dan lembar observasi. Analisis statistik dengan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis memanfaatkan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Implementasi model flipped classroom dengan memberikan handout sebelum pertemuan di kelas, kemudian di kelas dilakukan diskusi, tanya jawab, dan pengerjaan lembar kerja. Hasil uji hipotesis, aspek kognitif pretest bernilai signifikansi 0,736, nilai signifikansi posttest sebesar 0,000. Pada aspek psikomotorik nilai signifikansi 0,533. Pada aspek afektif nilai signifikansi kelas kontrol 0,000, nilai signifikansi kelas eksperimen 0,810. Kesimpulannya dengan pengimplementasian model flipped classroom, ditemukan perbedaan hasil belajar siswa atas aspek kognitif, namun tidak ditemukan perbedaan hasil belajar siswa atas aspek psikomotorik dan afektif.
Copyrights © 2024