Sejatinya, proses melahirkan memunculkan perasaan bahagia, tetapi kerapkali terjadi perasaan tidak puas akan tubuh dan tidak mampu menerima diri. Studi terdahulu mengkaji body image dan self-acceptance, tetapi dengan subjek penelitian berbeda dan kedudukan variabel yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kaitan antara self-acceptance dan body image pada perempuan yang telah melahirkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 389 perempuan berusia 22–40 tahun yang telah melahirkan dengan usia kelahiran anak 0–36 bulan. Teknik penentuan sampel adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui skala Self-Acceptance dan skala Body Image. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman’s rho dan program IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-acceptance memiliki hubungan yang signifikan, kuat, dan bernilai positif dengan body image (p < .001; r = .659). Artinya, makin tinggi self- acceptance, makin tinggi body image. Di sisi lain, makin rendah self-acceptance, makin rendah body image. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi keilmuan psikologi, khususnya mengenai hubungan self-acceptance dengan body image pada perempuan yang telah melahirkan. Hasil penelitian juga membuka perspektif baru pada perempuan yang telah melahirkan bahwa penerimaan diri setelah melahirkan akan membantu terwujudnya citra tubuh yang positif.
Copyrights © 2024