Tunadaksa adalah kondisi dimana struktur fisik mengalami perubahan yang mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh untuk melakukan gerakan yang esensial. Individu yang menghadapi kondisi tuna daksa sering kali dihadapkan pada pengabaian sosial akibat persepsi negatif yang masih berlaku, sehingga menghasilkan penurunan rasa percaya diri, dan menjadi lebih pasif dalam interaksi sosial daripada menjadi bagian aktif dalam bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan solusi teknologi yang lebih terjangkau bagi individu dengan disabilitas melalui pengembangan tangan bionik yang mampu dikendalikan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tangan bionik ini dirancang untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam melakukan gerakan seperti mengangkat, membuka, dan menutup jari aktivitas yang umumnya dapat dilakukan oleh tangan yang normal. Pencapaian tujuan penelitian ini didasarkan pada penerapan teknologi pencetakan 3D yang menghasilkan tangan bionik melalui bahan PLA. Berdasarkan hasil pengujian, tangan bionik menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengangkat dan menggerakkan setiap jari dengan akurasi sekitar 90%. Gerakan jari-jari ini tampak alami dan realistis, dengan respons terhadap perintah yang cepat dan tanpa penundaan yang signifikan. Meskipun terdapat sedikit getaran pada beberapa gerakan, hal ini dapat diperbaiki dengan program pengoptimalan atau perbaikan mekanis. Dari hasil uji delay, pergerakan jari tangan bionik yang dicetak menggunakan percetakan 3D dan dikontrol Arduino uno dengan aktuator motor servo menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, dengan selisih waktu yang kecil antara yang diharapkan dan yang terukur, mengindikasikan kinerja yang baik dalam menggerakkan jari-jari tangan bionik.
Copyrights © 2024