Tanaman Teh tehan (Acalypha siamensis) mengandung senyawa flavonoid yang mampu membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun teh tehan dalam pemberian sediaan gel terhadap mencit putih jantan. Sampel terdiri dari 25 ekor mencit (5 kelompok), yang meliputi: kontrol negatif (basis gel), kelompok kontrol positif (ekstrak placetan 10% dan neomisin sulfat 0,5%), kelompok FI (5%), kelompok FII (10%), dan kelompok FIII (20%). Data yang didapatkan berupa nilai penyembuhan panjang luka sayat pada punggung mencit. Data hasil rata-rata penyembuhan luka sayat pada kontrol positif 6,8 hari, hasil kontrol negatif 12,8 hari, FI (5%) adalah 11 hari, FII (10%) 10 hari, dan FIII (20%) 7,2 hari. Berdasarkan lama penyembuhan luka, gel ekstrak etanol daun teh tehan pada kelompok FIII lebih baik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat dibandingkan FI dan FII. Hasil analisis statistik dengan One way ANOVA (Analysis Of Variance) dikatakan signifikan (ρ<0,05).
Copyrights © 2024