Pesantren HM Lirboyo Kediri menonjolkan kitab kuning dan metode bahtsul masail sebagai keunikannya. Penelitian ini fokus pada peran seksi perpustakaan dan bahtsul masail (PBM) serta faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar santri di pesantren tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan teknik studi kasus dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBM memiliki peran vital dalam membimbing santri memahami kitab kuning melalui musyawarah, bahtsul masail, dan sorogan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan ustadz berkualitas, kitab-kitab besar, semangat musyawarah, dan bahtsul masail. Sementara itu, faktor penghambat melibatkan jadwal padat dan rasa kelelahan yang mempengaruhi kualitas diskusi. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang kontribusi PBM terhadap motivasi belajar santri di pesantren yang masih mempertahankan tradisi keilmuan kitab kuning dan bahtsul masail.
Copyrights © 2021