Dalam periode sepuluh tahun terakhir, Kota Bandarlampung mengalami perubahan signifikan dalam tutupan lahan dan dampaknya terhadap kualitas lingkungan. Pertumbuhan penduduk yang pesat dari 2013 hingga 2023 telah mengakibatkan peningkatan luas lahan terbangun yang didominasi oleh klasifikasi kerapatan tinggi dan sedang. Sebaliknya, terjadi penurunan luas lahan dengan kehijauan sedang dan tinggi, menandakan adanya degradasi vegetasi. Untuk memahami dampak ini, penelitian menggunakan citra satelit dan metode NDVI dan NDBI. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan populasi berdampak langsung pada perubahan dalam tutupan lahan, dengan nilai NDVI menurun dan nilai NDBI meningkat. Meskipun demikian, penelitian ini juga menyoroti potensi penggunaan informasi spasial, terutama citra satelit, dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi dampak negatif pertumbuhan penduduk. Kesimpulannya, pertumbuhan populasi yang cepat dapat menyebabkan degradasi lingkungan jika tidak ditangani dengan tepat, dan pendekatan spasial dapat menjadi instrumen yang efektif untuk merencanakan tindakan mitigasi yang diperlukan.
Copyrights © 2024